Perbaikan Lapangan Wiroborang Dikeluhkan, Ini Penyebabnya

MAYANGAN-Warga RT 06/RW 2 Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sedang resah. Sebabnya, lapangan yang biasa menjadi akses jalan penghubung warga setempat, kini ditutup.

Lapangan ditutup karena sedang diratakan dengan traktor oleh anggota Karang Taruna setempat. Bahkan, sudah dua minggu lapangan Wiroborang ditraktor dan dibiarkan begitu saja. Termasuk, pohon di sekitar lapangan pun ditebang.

Kejengkelan itu diungkapkan Andi Arsono, 37,  warga setempat. Menurutnya, lapangan bola yang lama tidak difungsikan itu tiba-tiba ditraktor sejak dua minggu lalu. Lalu, beberapa pohon yang berada di lokasi, ditebang. Termasuk jalan alternatif anak sekolah ditutup.

Sehingga, anak sekolah yang biasanya pulang dan pergi melewati jalan tersebut harus berputar. Meski tidak jauh, namun membutuhkan waktu tambahan sekitar 15-20 menit.

“Yang mengelola lapangan ini Karang Taruna dan tanah lapangan ini aset daerah. Jika ditraktor seperti itu, serta menutup jalan terus bagaimanan?” bebernya.

Fina, siswa kelas 6 SDN Wiroborang 2 juga merasakan efek atas kondisi itu. Biasanya setiap pulang sekolah dia selalu melewati jalan di sisi utara lapangan. Namun, semenjak ditutup, kini ia memutar dan aksesnya lebih jauh.

“Jadi sebelumnya ada jalan di sana termasuk jalan yang melintasi sungai. Namun, akhir-akhir ini sudah ditutup. Katanya tidak boleh lewat sana. Jadi, harus berputar dulu,” terangnya.

Ditemui di kantornya. Lurah Wiroborang Surianto membenarkan bahwa lapangan yang merupakan salah satu aset pemkot itu kini tengah ditraktor. Pelaksananya adalah Karang Taruna yang sebelumnya telah meminta izin.

Menurut Surianto, Karang Taruna mentraktor lapangan tersebut berdasarkan hasil dari bantuan normalisasi salah satu caleg. “Jadi, memang ditraktor dulu. Baru nantinya diratakan. Selanjutnya lapangan tersebut akan difungsikan kembali,” terangnya.

Surianto juga membenarkan bahwa lapangan tersebut menjadi akses jalan warga menuju Pabean, Dringu. Padahal, lapangan tersebut bukan merupakan jalan umum.

“Sudah kurang lebih tiga tahun lapangan tersebut tak terpakai. Karena mau dipakai lagi, maka diperbaiki. Termasuk menutup jalan alternatif. Sebab, itu kan lapangan bola, bukan jalan. Dulu dipakai jalan karena lama tidak dipakai,” jelasnya. (rpd/hn)