Perekaman Biometrik Calon Jamaah Haji Kab Pasuruan Mulai Minggu Depan

PASURUAN – Mulai tahun 2019 ini, calon jamaah haji (CJH) yang bakal berangkat mendapatkan aturan baru. Sebelum pengajuan visa, mereka diwajibkan melakukan biometrik. Yaitu, perekaman mata dan sidik jari.

Untuk CJH Kabupaten Pasuruan, biometrik dijadwalkan mulai pekan depan atau minggu ketiga Maret. Seperti yang disampaikan Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, aturan baru ini adalah permintaan Pemerintah Arab Saudi. Untuk pengajuan visa tahun 2019, CJH diharuskan sudah melakukan biometrik.

“Sebelumnya, visa bisa diajukan asalkan sudah punya paspor. Dan perekaman biometrik dilakukan saat tiba di asrama Haji atau H-1 sebelum pemberangkatan,” terangnya.

Namun, tahun ini aturan diubah. Karena itu, CJH yang sudah memiliki paspor dan sebelum pengajuan visa, harus melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu.

Di Jawa Timur, menurut Imron, ada tiga tempat yang melakukan perekaman biometrik. Yaitu, di Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

Untuk CJH Kabupaten Pasuruan, ditetapkan melakukan perekaman biometrik di Malang. Tepatnya di VFS Tasheel, Klojen, Kota Malang.

“Kami sudah datang ke lokasi biometriknya di Malang. Untuk mendaftar tentang kepastian jadwal biometrik,” ungkapnya.

Pelaksanaan biometrik menurutnya, CJH akan datang secara kolektif hingga 200 CJH dan dikoordinir oleh KBIH. Dari Kemenag nantinya akan menyiapkan paspor dan nama-nama CJH yang mendapatkan jadwal perekaman. Proses perekaman sebentar, hanya 10 menit. Selanjutnya, CJH langsung mendapatkan surat keterangan sudah ikut biometrik.

“Untuk Kabupaten Pasuruan target sudah dimulai pekan depan. Jadi diharapkan CJH bersiap dan meluangkan waktu untuk perekaman biometrik ini,” pungkasnya. (eka/fun)