Renovasi Taman Kota Tunggu Lelang, Hanya Dibangun di Bagian Depan

BAKAL DILANJUT: Suasana di Taman Kota di Jalan Pahlawan saat sore hari. Renovasi dengan konsep Kota Pusaka di taman ini akan dilanjut kembali. (Foto M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Tak lama lagi, masyarakat Kota Pasuruan bisa menikmati kondisi Taman Kota di Jalan Pahlawan dengan konsep Kota Pusaka. Sebab Pemkot Pasuruan memastikan peningkatan kondisi taman yang ada di Jalan Pahlawan itu direalisasikan tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Rudiyanto membeberkan pihaknya telah merampungkan dokumen perencanaan peningkatan taman kota tersebut. “Perencanannya sudah selesai, selanjutnya masih menunggu tahap lelang,” kata Rudi.

Pihaknya juga memastikan proyek bernilai anggaran Rp 4 miliar itu bisa mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Dengan catatan, pihak ketiga atau rekanan yang akan mengerjakan proyek telah ditentukan. Ia juga menyebut, melalui proyek itu diharapkan kondisi taman kota lebih kerasan.

“Saat ini kan kurang representatif. Sehingga kurang menarik masyarakat untuk berkegiatan atau sekadar bersantai di taman kota,” jelasnya.

Disamping itu, ia berharap kondisi taman kota nantinya akan menjadi pusat keramaian. Sehingga kondisi taman kota lebih hidup dibandingkan saat ini. Ia juga memastikan, apabila kondisi taman kota semakin representatif, maka masyarakat juga akan memiliki banyak opsi wahana hiburan keluarga. Selain alun-alun Pasuruan dan menara jam di halaman GOR Untung Suropati.

Peningkatan kondisi taman kota nantinya memang hanya dipusatkan pada sisi depan saja. Sebab, Pemkot pernah merenovasi sisi belakang taman kota sekitar dua tahun lalu. Karena itu, sisi belakang dimungkinkan tak banyak disentuh.

“Kali ini kami fokuskan di sisi depan. Dengan harapan, kondisi yang baru nanti akan lebih menarik perhatian masyarakat atau pengguna jalan di sekitar taman kota,” ungkapnya.

Meski dikerjakan oleh pihak ketiga, Rudi memastikan wajah baru taman kota nantinya tetap mengacu pada konsep kota pusaka. Apalagi dengan adanya sejumlah ikon di area taman kota yang menurutnya memiliki nilai historis.

“Seperti bangunan melingkar yang ada ditengah taman itu ceritanya merupakan tempat berdansa di era kolonial Belanda. Kami tidak ingin menggeser nilai historisnya. Justru akan ditonjolkan,” bebernya. (tom/fun)