Sekolah Ganti Dana PIP Milik Siswa yang Hilang

PURWOSARI – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Purwosari sudah mengkroscek ulang, terkait hilangnya dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswanya. Sekolah juga telah memutuskan untuk mengganti dana tersebut.

Hal itu diungkapkan Taufik Hidayat kepala Tata Usaha (TU) SMKN 1 Purwosari. Taufik menyebut, sekolah sudah mengkroscek, dan hasilnya tetap tidak ditekahui penerima sekaligus yang mendantangani SPJ atas nama salah satu siswa tersebut. Kroscek melibatkan semua wali kelas yang siswanya menerima dana PIP 2018 dicairkan pada Februari lalu. Termasuk juga mencari penjelasan dan keterangan sejumlah alumni lainnya. “Kroscek sudah ditempuh dan belum membuahkan hasil maksimal. HDG, kini alumni tetap dapat dana PIP senilai Rp 500 ribu. Sekolah mengganti dana PIP yang hilang tersebut dan secepatnya memberikan ke yang bersangkutan,” ungkapnya.

Terkait kejadian ini, kata Taufik, itu merupakan pertama kalinya terjadi dalam empat tahun terakhir. Pihaknya tetap berpikiran positip, dan enggan menuding siapa yang menjadi kambing hitamnya. Temuan ini akan dijadikan sebagai bahan introspeksi di internal. Terutama proses pencairan dana PIP, selanjutnya bagi pelajar yang sudah lulus ataupun masih aktif.

Penerima dana PIP di tahun 2018 di SMKN 1 Purwosari ada 552 peserta didik. Sejauh ini total sudah ada 1.800 yang menerima.

“Kejadian ini selanjutnya kami evaluasi, sekaligus dijadikan pelajaran serta pengalaman. Agar pencairan dana PIP berikutnya kasus serupa tidak terulang kembali. Tentunya lebih ketat sekaligus selektif dalam proses pencairannya di sekolah,” tukasnya.

Terpisah, Wulandari merupakan wali murid sekaligus orang tua HDG mengaku, pihaknya tidak lagi mempermasalahkan kejadian ini. “Dari awal sudah kami katakan, protes ini sifatnya membangun dan sekaligus sebagai masukan pada pihak sekolah saja. Kedepannya untuk pencairan dana PIP atau lainnya tak terulang kembali dan lebih tertib,” bebernya. (zal/fun)