Tangkapan Ikan Darat Makin Naik, Tahun Ini Ditarget Naik 3 Persen

BANGIL – Sejak 2017, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan fokus pada SDA populasi ikan di perairan darat. Penangkapan ikan darat ini ditargetkan 515 ton sepanjang tahun 2019.

Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan di Dinas Perikanan mengatakan, perairan darat juga memiliki potensi penangkapan. Kendati tangkapannya tidak sebesar perairan laut. Namun, cukup banyak yang memanfaatkannya sebagai mata pencaharian.

“Misalnya di Danau Ranu Grati, waduk, juga di sungai-sungai seperti di sepanjang Bangil. Cukup banyak nelayan yang memanfaatkan untuk mencari ikan,” terangnya.

Perairan darat, menurutnya, meliputi sungai, danau, sampai waduk. Di Kabupaten Pasuruan, potensi ikan ada di Danau Ranu Grati, bendungan di Purwosari, waduk Purwodadi, dan waduk Kejayan. Termasuk sungai-sungai di sepanjang Bangil, Beji, sampai Rejoso. Biasanya nelayan ada yang menggunakan perahu, jala, juga memakai pancing biasa.

Alamsyah mengatakan, tangkapan ikan di darat saat ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, mencapai 182,4 ton dan meningkat pada 2017 menjadi 304,6 ton. Jumlah ini terus naik pada tahun 2018 sebanyak 500,3 ton.

“Naiknya jumlah tangkapan ini lantaran tak hanya nelayan, tapi juga masyarakat penghobi juga memancing di perairan darat. Hasil tangkapan selain untuk dijual juga ada untuk konsumsi pribadi,” terangnya.

Untuk tahun 2019 ini, Dinas Perikanan menargetkan kenaikan tangkapan sebesar 3 persen dari hasil tangkapan tahun lalu yaitu 515 ton. Di sisi lain, Dinas Perikanan berupaya agar populasi ikan tidak makin habis lantaran ditangkap. Dari Provinsi dan Kabupaten Pasuruan pun rutin menaburkan benih ikan setiap tahunnya.

“Selain tangkapan juga makin tinggi, kami seimbangkan dengan rutin menaburkan benih ikan. Harapannya, ekosistem ikan di perairan darat bisa terjaga,” pungkasnya. (eka/fun)