Alokasikan Rp 2 M untuk Bangun Enam Jalan Lingkungan di Kota Pasuruan

RUSAK: Pengendara motor melintas di salah satu jalan di Kota Pasuruan. Tahun ini ada enam jalan yang akan diperbaiki Pemkot Pasuruan dengan anggaran Rp 2.084.573.000. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Jalan lingkungan di sejumlah wilayah di Kota Pasuruan, bakal terus bertambah. Sejumlah jalan yang kondisinya mulai rusak juga akan dibenahi. Sedikitnya ada enam jalan lingkungan yang akan dibangun tahun ini. Lokasinya tersebar di empat kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Dyah Ermita Sari mengaku, telah mengusulkan enam titik jalan lingkungan yang akan dibangun tahun ini. Meliputi, di Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo; Kelurahan Karangketug dan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo; dan di Kelurahan Blandongan Kecamatan Bugul Kidul. “Di Kecamatan Purworejo ada dua jalan yang akan dibangun. Dua-duanya di Kelurahan Tembokrejo,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jalan lingkungan ini mengacu pada kebutuhan masyarakat. Dari sejumlah usulan masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel), terdapat beberapa lokasi yang diharapkan mendapat atensi dari pemerintah. “Namun dari hasil survei yang kami lakukan, pembangunan jalan lingkungan yang menjadi prioritas tahun ini berada di enam lokasi itu,” ujar Mita.

Namun, bukan berarti lokasi lainnya akan dibiarkan. Mita mengatakan, pihaknya tetap menginventarisir sejumlah usulan warga. Hanya saja, dalam menerapkan pembangunan ada skala prioritas.

Sedangkan, pembangunan jalan lingkungan di lokasi lain ada yang harus menunggu tahun berikutnya. Namun, banyak juga yang rencananya akan dibenahi tahun ini. “Sehingga dampaknya juga lebih terasa di masayarakat,” ujarnya.

Mita mengaku, pihaknya telah menyiapkan perencanaan untuk pembangunan jalan lingkungan tersebut. Dalam waktu dekat dapat dilanjutkan ke tahap lelang. Pembangunan jalan itu akan dibiayai dengan dana APBD Kota Pasuruan 2019 sebesar Rp 2.084.573.000. “Teknisnya menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa yang perlu diaspal, namun kebanyakan berupa jalan paving,” ujarnya. (tom/rud)