Erupsi Gunung Bromo Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

SUKAPURA – Erupsi Gunung Bromo dipastikan tidak membuat kunjungan wisawatan ke Bromo menurun. Jikalau sedang sepi, itu terjadi karena saat ini sedang masuk low season.

Kondisi ini disampaikan Kepala seksi wilayah I Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarmin. Dijelaskan Sarmin, erupsi Gunung Bromo saat ini tidak berdampak pada aktivitas warga dan wisawatan. Termasuk jumlah kunjungan wisawatan ke Bromo tidak mengalami penurunan.

”Tidak ada dampak sepi wisatawan karena erupsi Bromo,” ujarnya.

Jikapun kondisinya saat ini sepi menurutnya, penyebabnya bukan karena erupsi Bromo. Melainkan, lebih dipengaruhi oleh kalender wisata secara umum.

Sarmin mengungkapkan, kalender wisata bulan Januari hingga akhir Maret atau triwulan pertama, memang masuk low season. Selama itu, jumlah kunjungan wisatawan paling rendah dibanding bulan-bulan yang lain.

”Tapi intinya, jumlah kunjungan wisatawan tetap sama, tidak ada penurunan. Hari-hari biasa, jumlah kunjungan berkisar 200 sampai 300 pengunjung, dari semua pintu Bromo. Tapi kalau hari libur atau weekend, bisa sampai 700-800 pengunjung tiap harinya,” terangnya.

Memang menurutnya, sempat turun hujan abu tipis di Bromo. Hujan abu tipis itu terjadi saat Bromo erupsi mengeluarkan asap abu vulkanik.

Di waktu bersamaan, turun hujan, dan arah angin ke timur. Sehingga, lontaran abu vulkanik dari kawah Bromo terbawa angin ke timur atau wilayah Sukapura.

”Sekarang saja sudah kembali cerah dan terang lagi. Tidak ada hujan abu juga,” ungkapnya. (mas/hn)