Kasus Perzinahan Warga Sumberdawesari, Polisi Tunggu Bukti Buku Nikah dari Pelapor

PURWOREJO – Kasus dugaan perzinahan dengan terlapor perempuan berinisial YA, 26, masih terus didalami Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Kini, penyidik masih menunggu foto kopi buku nikah pelapor dengan terlapor.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satrekrim Polres Pasuruan Kota Ipda Suwondo mengatakan, pihaknya masih mendalami laporan perzinahan terhadap warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk suami terlapor yang berinisial Ed.

Dari keterangan YA dan Ed, dipastikan ada perbuatan zina yang dilakukan YA. Kepada penyidik, Ya mengaku dua kali melakukan hubungan suami istri dengan kekasihnya yang berinisial, Ms. Perbuatan haram itu dilakukan di rumah Ms, di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Beberapa waktu lalu, penyidik sempat meminta bukti tentang status suami istri antara YA dengan Ed. Bukti itu bisa ditunjukkan dengan foto kopi buku nikah mereka. Tujuannya sebagai dasar jika YA memang istri sah Ed.

“Cuma sampai saat ini pelapor belum juga memberikan bukti yang kami minta. Padahal, ini bisa menjadi dasar sebagai penguat jika memang ada perzinahan. Selain pengakuan dari YA tentunya, kami juga masih menunggu buku nikah dari pelapor,” ujar Suwondo.

Diketahui, semula YA dilaporkan oleh ayah kandungnya yang berinisial Am atas dugaan perzinahan pada 10 Januari 2019. Namun, kemudian suaminya, Ed juga membuat laporan. YA dituding berzina dengan kekasihnya, Ms. Kasus ini terus didalami dan YA dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu. (riz/rud)