Lahan Produktif Berkurang, Pemkot Pasuruan Turunkan Target Produksi Padi

PASURUAN – Tahun ini Pemkot Pasuruan menurunkan target produksi padi. Yaitu, lebih kecil 8 persen dibanding tahun 2018. Penurunan target ini dinilai lebih realistis, sebagai akibat dari berkurangnya 32 hektare lahan produktif di kota.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Edy Ana Setyo menjelaskan, diturunkannya target produksi itu, jelas bukan serta merta. Terdapat sejumlah pertimbangan yang melandasi kebijakan itu.

Di antaranya, realisasi produksi padi selama dua tahun terakhir dinilai tidak naik siginifikan. Sebagai catatan, target produksi padi pada 2018 ditetapkan 17.761 ton. Sementara realisasinya mencapai 17.914 ton. Artinya, ada kelebihan sebanyak 153 ton saja.

Kondisi serupa terjadi pada 2017. Saat itu, target produksi padi ditetapkan 16.508 ton. Sedangkan realisasinya mencapai mencapai 17.269 ton. Dengan demikian, ada kelebihan dari target sebanyak 1.119 ton.

Edy menyebut, perbandingan pencapaian hasil produksi padi selama dua tahun terakhir, 2017-2018, cukup banyak. Dengan alasan itu, pemerintah menurunkan target produksi pada tahun ini.

“Hasil produksi padi tahun ini ditargetkan 16.508 ton. Ini juga berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Edy.

Menurutnya, target produksi itu dinilai lebih realistis. Mengingat lahan produktif dari sektor pertanian terus menurun. Beberapa aspek pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penyebabnya. Baik pembangunan jalan tol, maupun kawasan perumahan.

Tahun 2018, kata Edy, pihaknya mencatat lahan produktif dari sektor pertanian seluas 1.086 hektare. Padahal pada tahun sebelumnya luasannya masih 1.118 hektare. Itu artinya, ada pengurahan lahan produktif sebanyak 32 hektare.

Lahan seluas 32 hektare itu hilang, karena kegiatan pembangunan jalan tol dan pengembangan perumahan. Dengan rincian, 13 ha untuk jalan tol dan dan 19 ha untuk pengembangan perumahan.

“Memang pembangunan infrastruktur itu juga ada pengaruhnya. Lahan produktif kita jadi semakin berkurang. Makanya target produksi kami tekan. Dan itu lebih realistis,” pungkasnya. (tom/hn)