Biaya Haji Naik Tipis dari Tahun Lalu, Segini Nilai Nominalnya

KEPASTIAN Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di daerah sudah diumumkan Jumat (15/3) lalu lewat Keppres Nomer 8 Tahun 2019 tentang BPIH. Di tahun ini, Calon Jamaah Haji (CJH), biaya yang harus dilunasi besarannya Rp 36.586.945, naik tipis dibandingkan tahun 2018 lalu sebesar Rp 36.091.845.

Kendati besaran BPIH sudah turun di daerah, sampai Sabtu (16/3) Kemenag di daerah masih belum menerima SK penjadwalan untuk pelunasan BPIH. Dari informasi yang beredar memang bakal dilakukan pekan depan atau mulai 19 Maret mendatang. Kemenag sendiri masih menunggu SK resmi dari pusat terkait jadwal pelunasan yang resmi.

Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mengatakan, pelunasan BPIH di Kabupaten Pasuruan masuk dalam embarkasi Surabaya. Dan di tahun ini memang ada penyesuaikan kenaikan sedikit menjadi Rp 36.586.945.

“Karena baru turun, sehingga langkah kami langsung menginformasikan ke KUA Kecamatan, agar informasi ini segera disebarkan ke CJH termasuk KBIH,” jelasnya.

Dengan biaya BPIH yang ditetapkan sebesar Rp 36.586.945, maka CJH tinggal melunasi sisanya dari dana awal sebelumnya yang sudah disetorkan ke bank sebesar Rp 25 juta. Setelah itu CJH tinggal membawa lembar bukti setoran awal yang asli, KTP dan foto 3×4 dan 4×6 berwarna masing-masing sebanyak 5 lembar ke Bank terkait baru disetorkan ke Kemenag.

Untuk Kabupaten Pasuruan, tercatat CJH yang mendapatkan kursi keberangkatan tahun ini sebesar 1.589 orang, ditambah cadangan sebanyak 92 jemaah. Nantinya jamaah yang tidak melunasi saat tahap pelunasan akan dianggap mengundurkan diri dan masuk kuota CJH tahun 2020 mendatang.

Sama seperti Kabupaten Pasuruan, di Probolinggo, CJH akan tergabung dalam embarkasi Surabaya. Berkaitan dengan pelunasannya, hingga Minggu (17/3), Kemenag Kota Probolinggo masih belum mengetahuinya.

Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kemenag Kota, Muhammad Haris Hikmawan, baik Kemenag Kota maupun Kabupaten masih menunggu juklak dari Dirjen PHU, pada Kemenag RI tentang kapan pelunasan haji. “Untuk pelunasan kami menunggu surat Dirjen PHU. Baru kalau surat sudah turun nanti kami sampaikan ke seluruh CJH,” terang Haris, panggilan akrabnya.

Untuk CJH tahun 2019 sebanyak 164. Jumlah tersebut dimungkinkan akan ada tambahan lagi, mengingat kuota pusat masih belum turun. Sehingga bisa jadi dari pusat disebar ke beberapa daerah.

Berkaitan dengan pasport, untuk saat ini sudah 100 persen., Namun untuk visa masih belum. Saat ini tiap jamaah diwajibkan untuk melaksanakan foto biometrik yang disaratkan pemerintah kerajaan Arab Saudi.

“Persyaratan untuk sekarang adalah harus dan wajib setiap CJH untuk melaksanakan foto Biometrik yang disyaratkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi telah menunjuk PT VFS Tasheel sebagai pelaksana foto Biometrik untuk JCH. Terkait dengan pelaksanaan foto itu tidak dipungut biaya atau gratis, kecuali untuk umrah dikenakan biaya sekitar Rp 120.000-150.000,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun koran ini terkait dengan perekaman foto biometrikd i Jawa timur sendiri ada tiga, yakni di Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

Di sisi lain, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Probolinggo, Taufiq saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi untuk pelunasan BPIH yang dimulai tanggal 19 Maret,” katanya.

Taufiq menjelaskan, kuota CJH tahun ini sekitar 926 orang. Namun, kuota itu bisa berubah seiring proses pelunasan nanti, dikhawatirkan ada CJH yang tak membayar pelunasas. “Alhamdulillah, sampai saat ini soal pengurusan paspor calon jamaah haji sudah tuntas,” terangnya. (eka/rpd/mas/fun)