Jaksa KPK Fokus Buktikan Materi Dakwaan, Hari Ini JPU Hadirkan Sembilan Saksi

PASURUAN – Sidang lanjutan perkara suap Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono akan kembali digelar. Hari ini (18/3), babak persidangan masih beragendakan pemeriksaan saksi. Sejumlah saksi yang akan dihadirkan di PN Tipikor Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya bakal terus menggali keterangan dari saksi lain. Setelah menghadirkan tujuh saksi dalam sidang dua pekan lalu. Termasuk salah satunya Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.

Kali ini, saksi yang dihadirkan lebih banyak. Jumlahnya ada sembilan orang. Sebagian besar berasal dari eksekutif di Pemkot Pasuruan. Di antaranya ialah mantan Kepala BLP Kota Pasuruan Dedik Usdikari, Kepala BLP Kota Pasuruan Njoman Swasti, Kasubbag Pengendalian BLP Kota Pasuruan Agus Widodo dan enam orang lainnya.

Dari beberapa saksi yang akan dihadirkan, sebagian sudah pernah memberikan keterangan dalam sidang terdakwa untuk perkara M Baqir. Sebut saja nama Njoman Swasti.

Sembilan saksi itu dipastikan akan dimintai keterangannya dibawah sumpah. Sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Selain untuk Setiyono, mereka akan bersaksi untuk dua orang lainnya yang juga duduk di kursi pesakitan. Yakni terdakwa Dwi Fitri Nurcahyo dan terdakwa Wahyu Tri Hardianto.

“Kami perlu dua atau tiga sidang lagi untuk pembuktian. Karena saksi yang bisa dihadirkan dalam persidangan masih banyak,” kata JPU KPK Kiki Ahmad Yani.

Meski begitu ia tak menyebutkan secara rinci berapa jumlah saksi secara keseluruhan. Menurutnya, jumlah saksi masih bisa bertambah. Atau bahkan berkurang. Tergantung pada kebutuhan tim JPU KPK untuk dalam membuktikan perbuatan para terdakwa.

“Sesuai kebutuhan pembuktian. Fokus kami kan membuktikan apa yang ada dalam dakwaan. Kalau pembuktiannya sudah cukup dengan sekian saksi, ya sudah. Tapi kalau masih kurang, perlu diperkuat dengan saksi lain, ya kami tambah saksinya,” jelas Kiki.

Sementara, tim penasihat Hukum Setiyono, Robinson mengakui ada beberapa hal yang akan diklarifikasi kepada sembilan saksi tersebut. Terutama yang dapat membuktikan bahwa ploting-an proyek yang didakwa JPU KPK hanya pembagian nama-nama proyek dan pagu anggaran.

“Memang istilahnya saja ploting dan dibagi ke pihak-pihak tertentu. Alasan Pak Setiyono juga kan demi kondusifitas,” kata Robinson.

Ia juga menegaskan ploting-an proyek itu tak serta merta menentukan pemenang lelang. Kliennya bahkan tak pernah mengintervensi mekanisme lelang setiap proyek sekalipun telah diploting.

“Jadi itu semacam, ini (ploting) tanggung jawabmu, kerjakan yang baik. Itu juga sudah disampaikan saksi Fadoli dalam sidang sebelumnya, dia dapat ploting-an, tapi juga dua proyek pernah gagal,” jelasnya. (tom/fun)