Pelaku Pencabulan Siswa di Dalam Kelas Bakal Direhabilitasi

PURWOREJO – Satreskrim Polresta Pasuruan terus memproses laporan pencabulan yang terjadi di SDN Rebalas 2, Desa Rebalas, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Korps Bhayangkara ini bakal merehabilitasi dua siswa yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pasuruan Ipda Suwondo mengungkapkan, laporan pencabulan di SDN Rebalas 2 masih terus didalami. Pihaknya pun sudah menetapkan dua tersangka dalam aksi pencabulan yang terjadi di lingkungan sekolah ini.

Yakni, siswa berinisial S dan Y. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, dalam gelar perkara yang dilakukan oleh PPA beberapa waktu lalu, diketahui S dan Y terbukti mencabuli korban Bunga (nama samaran). Mereka sempat telanjang bulat. Lalu menindih dan menekan tubuh Bunga dengan tubuhnya.

Sementara siswa lainnya, R hanya berstatus sebagai saksi. Ia hanya diminta oleh S dan Y untuk membantu perbuatan tersebut. Bahkan, S dan Y sempat mengancam R. Sebab, awalnya R menolak ajakan mereka untuk mencabuli Bunga.

Namun, karena kedua tersangka masih berada di bawah usia 12 tahun, keduanya tidak dapat diproses peradilan. Ini, sesuai dengan aturan Mahkamah Konstitusi (MK) Putusan Nomor 1/PUU-VIII/2010 tertanggal 24 Februari 2011. Sebab, batasan usia anak yang dapat diadili oleh pengadilan adalah 12 tahun.

“Proses hukum tetap berlanjut. Kedua siswa yang kami tetapkan sebagai pelaku akan mendapatkan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Anak di Kota Batu. Sementara, satu orang lainnya tidak terbukti terlibat, melainkan juga sebagai korban,” ungkap Suwondo.

Seperti diketahui, siswa kelas 4 SDN Rebalas II bernama Bunga (nama samaran) diduga dicabuli oleh ketiga teman sekelasnya Senin (21/1). Korban menyebut kedua pelaku sempat membuka baju mereka sebelum mulai mencabulinya.

Selanjutnya, pakaian korban dilepas dengan ancaman cutter. Aksi ini dilakukan saat pelajaran Matematika di depan 27 siswa lainnya. Tidak terima dengan peristiwa ini, orang tua Bunga pun melapor ke Polresta Pasuruan Selasa (22/1). (riz/hn)