Wali Kota Hadi Dapat Dukungan Bangun RS Baru Tipe B lewat DAK 2020

Kenang-kenangan: Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi wawali HMS Subri saat menyerahkan kenang-kenangan kepada menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro didampingi anggota DPR RI dari komisi XI Faisol Reza. (Evelyn Riyadhi/ Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO-Belum genap dua bulan dilantik, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, S.Pd., M.M., M.HP. mendapat dukungan dari Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/ Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang PS Brojonegoro, untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Probolinggo dalam 5 tahun ke depan.

Dukungan tersebut disampaikan saat Menteri Bambang Brojonegoro melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Probolinggo, Sabtu (16/03). Disambut hangat di Ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Pemkot Probolinggo, Menteri Bambang Brojonegoro tidak datang sendiri. Ia didampingi anggota Komisi XI DPR RI H. Faisol Reza.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadi mengapresiasi kunjungan Menteri Bambang Brojonegoro ke Kota Probolinggo. Kedatangannya, menurut Hadi, merupakan peluang bagi daerah untuk menyampaikan pemasalahan, isu strategis, serta kebutuhan dukungan dari pemerintah pusat.

SINERGI: Dari kiri anggota DPR RI Faisol Reza, Menteri PPN Bambang Brojonegoro dan Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat bertemu di Kota Probolinggo, Sabtu (16/3). (Evelyn Riyadhi/ Radar Bromo)

“Komitmen kami, membangun bersama rakyat untuk Kota Probolinggo yang lebih baik, berkeadilan, sejahtera, transparan, aman, dan berkelanjutan,” ungkap Wali Kota Hadi.

Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki posisi dan peran strategis sebagai penghubung Jawa Timur bagian timur dan barat, dari arah Surabaya dan Banyuwangi. Juga sebagai pusat pengembangan Probolinggo-Lumajang dengan daerah hinterland (daerah pemasok kebutuhan) Kabupaten Probolinggo dan Lumajang yang didukung pelabuhan menjadikan potensi beragam sektor.

“Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat, kami berkeinginan membangun rumah sakit rujukan tipe B. Harapan kami, bukan hanya melayani pasien Probolinggo saja. Namun, juga melayani pasien dari Probolinggo dan sekitarnya,” ungkap Wali Kota Hadi.

Mantan anggota Komisi XI DPR RI ini juga menyampaikan kendala yang dihadapi. Salah satunya keterbatasan sumber daya yang ada di Kota Probolinggo.

Bak gayung bersambut, Menteri Bambang Brojonegoro pun memastikan, keinginan Kota Probolinggo memiliki rumah sakit baru tipe B bisa segera terwujud. Bambang lantas menyarankan agar pengajuan pembangunan rumah sakit tipe B dilakukan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020.

DORONG KEMBANGKAN POTENSI: Menteri PPN Bambang Brojonegoro saat berkunjung ke Kota Probolinggo. (Evelyn Riyadhi/ Radar Bromo)

Menteri Bambang melihat, Kota Probolinggo sebagai Kota Jasa Regional. Jadi, bukan hanya harus memaksimalkan potensi pariwisatanya dengan menjadi penyangga/ pintu masuk ke lokasi wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Tapi, juga akses pengembangan pelabuhan harus optimal. Yakni, dengan didukung tumbuhnya kawasan industri serta pembangunan rumah sakit baru yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan regional, selain Surabaya dan Malang.

“Segera ajukan melalui DAK, sehingga 2020 pembangunan rumah sakit ini bisa mulai dilaksanakan. Kalau perlu, cari dukungan dari pihak swasta,” ungkap Menteri Bambang saat itu.

Sementara itu, anggota DPR RI, Faisol Riza mengungkapkan, merencanakan pembangunan, membiayai pembangunan, hingga mempertanggungjawabkan pembangunan adalah urusan wajib bagi anggota Komisi XI DPR RI. “Seperti halnya Bapak Wali Kota Hadi ini, urusan perencanaan hingga pertanggungjawaban pembangunan sudah pasti paham. Sebab, sebelumnya adalah anggota Komisi XI DPR RI. Usai dilantik, langsung dikunjungi Bapak Menteri untuk mendukung perencanaan pembangunan Kota Probolinggo 5 tahun ke depan,” ungkap Faisol Riza disambut aplaus hadirin.

Wali Kota Hadi langsung menyambut antusias dukungan dari Menteri Bambang Brojonegoro. “Pemkot sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit ini. Lokasinya di sebelah selatan Kota Probolinggo. Kurang lebih sekitar 5 hektare. Selanjutnya, saran-saran Bapak Menteri segera kami lakukan. Yang jelas, akan kami usahakan karena ini adalah bagian dari program kami,” ungkap Wali Kota Hadi saat ditemui awak media.

Selain dihadiri Menteri Bambang Brojonegoro dan Faisol Riza. Hadir sejumlah pejabat dalam acara itu. Antara lain, Deputi Pengembangan Regional Ir. Rudy Suprihadi Prawiradinatta, M.CRp., Ph.D.; Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Pemukiman, Tri Dewi Virgiyanti, S.T., M.E.M.; Direktur Pangan dan Pertanian Ir. R. Anang Noegroho Setyo Moeljono, M.E.M.; Direktur Pendanaan Luar Negeri Bilateral Kurniawan Ariadi, S.IP., M.Com.; Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Parulian Goerge Andreas Silalahi, S.E., M.Si.; dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur. (*/el)