Lapak Pedagang Kios Buah Pasar Wisata Cheng Hoo Semakin Menjorok ke Depan

JADI SEMPIT: Lapak sebagian milik pedagang di pasar wisata Cheng Hoo yang terlalu menjorok ke depan. Jika tetap membandel, Disperindag menyiapkan penertiban. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANDAAN – Deretan kios buah di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan mendapat atensi khusus dari Disperindag Kabupaten Pasuruan. Ini lantaran lapak barang untuk berjualan kurang tertib. Bahkan lapak milik pedagang justru terlalu menjorok ke depan.

Kondisi ini tentunya mengurangi estetika. Pengunjung jadi kurang leluasa baik melintas maupun berlalu lalang.

“Ada 18 kios di deretan stand buah-buahan. Batas toleransi lapaknya kedepan dari kios hanya 1,5 meter saja. Tapi ternyata semuanya malah melebihi hingga dua meter dan bahkan lebih,” beber Heru Hermandi, kabid industri Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Jauh sebelumnya, Disperindag sudah seringkali memberikan teguran ke para pedagang menepati deretan kios buah tersebut. Teguran itu secara lisan dengan mendatangi langsung ke lokasi. Ternyata, teguran tidak digubris para pedagang. Sebaliknya malah membandel dan tetap berlanjut sampai dengan sekarang ini.

Tak heran saat keramaian terjadi seperti liburan atau weekend, pengunjung atau pembeli berbelanja di deretan kios buah ini berdesakan dan tak leluasa. “Ini tidak bisa diteruskan maupun ditoleransi lagi. Jika masih tetap maju kedepan melebihi batas, maka segera kami tertibkan ke lapangan dengan melibatkan Satpol PP dalam waktu dekat,” tegasnya.

Terpisah, Fatoni salah seorang pengurus paguyuban pedagang pasar wisata Cheng Hoo mengaku, pihaknya belum bisa berbuat banyak. Paguyuban kerap memberikan masukan agar lapak yang ada di deretan kios buah lebih tertib dan tertata. Namun lapak malah terus maju.

“Kami dari paguyuban tidak tinggal diam, tapi tentunya juga tak punya power untuk berbuat melangkah lebih jauh. Disperindag harus turun ke lapangan dan menertibkannya, tentunya kami dukung sepenuhnya,” ucap Toni sapaan akrabnya. (zal/fun)