Penemuan Tas Isi Bondet di Wonorejo, Polisi Kantongi Ciri Pemilik

PASURUAN – Kasus penemuan ransel berisi bahan peledak jenis bondet di Desa Karangmenggah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, terus diusut. Sejauh ini, pihak kepolisian tengah menyelidiki pelaku yang sengaja membawa dan meletakkan benda berbahaya itu ke tengah perkampungan.

Penyelidikan awal yang dilakukan tim Unit Reskrim Polsek Wonorejo, terdapat dua pria yang patut dicurigai. Dua orang asing itu bahkan sempat dikejar warga meski akhirnya berhasil meloloskan diri. “Kami telah gali keterangan para saksi. Memang dua orang yang dicurigai,” terang Kapolsek Wonorejo AKP I Made Jayantara, Senin (18/3).

Lebih lanjut, perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu mengaku, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa tujuan sebenarnya dua pria tersebut. Meski warga yang memergoki keduanya sempat meneriaki maling. Sebab, tak ada warga yang kehilangan barang berharganya.

Namun, warga setempat meyakini, dua pria itu memang sengaja masuk ke perkampungan di Dusun Menggah Selatan itu dengan tujuan mencuri. Made mengaku, pihaknya belum menemukan alat bukti yang cukup mengenai dugaan tersebut. “Tapi, kami pastikan kasus ini tetap diselidiki,” ujarnya.

Ia menyebut, penyelidikan dilakukan guna mencari tahu siapa sebenarnya pelaku yang membawa ransel berisi bondet itu. Terlebih, apa tujuan mereka. “Apakah untuk tujuan kejahatan atau mereka mengantar pesanan. Karena itu sengaja diletakkan begitu saja,” ungkapnya.

Sementara, dari sejumlah barang bukti yang diamankan, belum ditemukan sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk untuk menelusuri pelaku. Hanya saja, ransel berwarna hitam itu terdapat tulisan dari tipe x. “Ada tulisan SAPULANTE PASURUAN PUNYA,” ujar Made.

Disamping itu, polisi juga punya petunjuk lain berdasarkan keterangan saksi. Yakni, ciri-ciri satu dari dua orang yang dicurigai. “Yang jelas mereka pakai motor CBR, salah satunya berambut kuncir. Informasi ini akan kami tindak lanjuti,” jelasnya. (tom/rf)