Rencana Limpahkan Kasus Eks Kades Brumbungan Lor ke Tipikor Bulan Ini

SUDAH DISITA: Tanah kas Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, yang dijual Rohmad. Selain berada di pinggir jalan, juga berada tak jauh dari SPBU. Inset: Rohmad yang kini menjadi buronan kejaksaan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo berencana segera melimpahkan berkas perkara yang menjerat Eks Kades Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, ke Pengadilan Tipikor. Rencananya, berkas tersebut akan dilimpahkan akhir bulan ini.

Sejauh ini, eks Kades Brumbungan Lor sendiri Rohmad, masih belum berhasil ditangkap Kejari. Ia, masih ditetapkan buron oleh kejaksaan lantaran kasus penjualan tanah kas desa. Pihak kejari berencana menyidangkan perkaranya secar in abtentia.

Kasi Pidana Kusus (Pidsus) Kejari setempat Novan Basuki mengatakan, pihaknya berencana akan segera melimpahkan berkas perkara tersebut ke Tipidkor. Sebab, berkas perkaranya sudah selesai.

“Berkasnya sudah selesai. Tinggal penyempurnaan saja. Kami berencana melimpahkan pada kahir bulan ini,” katanya saat dikonfirmasi Minggu (17/3).

Ia menjelaskan, jika perkara ini jadi dilimpahkan pada akhir bulan nanti, maka sidang awal akan dimulai pada bulan depan. “Ya kemungkinan seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam kasus tindak pidana korupsi, sidang bisa dilanjutkan meskipun tersangkanya tidak hadir. Mekanismenya sidang In Absentia

Pria yang akrab disapa Novan menjelaskan, dalam perkara ini ada banyak saksi yang diperiksa. Sekitar dua puluh sampai dua puluh lima orang. “Saksinya banyak. Tetapi sudah kami periksa semua. Tinggal melimpahkan berkas itu saja,” ungakpanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rohmad selaku Kades Brumbungan Lor periode 2008-2014 itu disangka menjual tanah kas desa. Itu terjadi sekitar 2013 lalu. Saat itu, tersangka diduga menjual tanah kas desa seluas sekitar 0.513 hektare. Tanah milik desa itu dijual kepada Robani, warga Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, seharga Rp 415 juta.

Robani tidak mengetahui tanah yang dibelinya merupakan tanah kas desa. Sebab, tersangka telah merekayasa dan mengalihkan tanah kas desa itu sampai menjadi tanah bersertifikat. Sehingga, Robani bersedia membelinya. Adanya pengalihan dan penjualan tanah kas desa ini, dilaporkan warga ke Kejari Kabupaten pada awal 2018.

Menurut Novan, pengalihan dan penjualan tanah kas desa itu direncanakan sedemikian rupa. Awalnya, tersangka merekayasa buku leter C di nomor 1 Budirdjo Sagimin yang awalnya tanggal peristiwa 18 Juli 1970 dan statusnya salah ke nomor 1. Ini diubah menjadi tanggal 18 Juli 1982 dengan status salah ke nomor 1338, dimana letter C nomor 1338 adalah atas nama Sini. (sid/fun)