Rutan Bangil Butuh Ruang Konseling agar Warga Binaan tak Gampang Stres

JALANI HUKUMAN: Sejumlah warga binaan di Rutan Bangil saat berkumpul di aula. Rutan Bangil merasa perlu ada ruang konseling untuk pelayanan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Kebebasan yang terbelenggu membuat warga binaan Ruyan Bangil rentan stres. Dampaknya, mereka rentan kabur bahkan hingga bunuh diri.

Meski sejauh ini belum ada kasus tahanan bunuh diri di Rutan Bangil, namun antisipasi perlu dilakukan. Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto mengungkapkan, dibutuhkan pendampingan khusus bagi warga binaan, untuk menjaga stabilitas psikologinya. Hal ini tak lain, untuk mencegah sesuatu yang tak diinginkan.

“Pendekatan kepada warga binaan, kami lakukan untuk menjaga psikis mereka agar tetap stabil,” kata Wahyu.

Ia mengungkapkan, pendekatan personel tersebut belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini, belum ada ruang khusus bagi warga binaan, untuk pemberian konseling.Padahal, keberadaan tempat tersebut diperlukan, agar memberikan suasana lebih nyaman bagi warga binaan.

“Ruangan konseling diharapkan bisa menjadi tempat bagi warga binaan dalam berkonsultasi. Sehingga, menekan gangguan psikis warga binaan,” sambungnya.

Sejauh ini, diakuinya belum tersedia ruangan konseling tersebut. Ruang yang terbatas di Rutan Bangil menjadi alasan. (one/fun)