Yuk Kenali Arepas, Komunitas Pecinta Truk di Kota Pasuruan

Sejak Desember silam, Komunitas Arek Pelabuhan Pasuruan (Arepas) resmi dibentuk. Komunitas pencinta truk ini tidak hanya dijadikan sebagai ajang silaturahmi saja, melainkan juga menjadi wadah untuk berbagi antar sesamanya.

FAHRIZAL FIRMANI, Panggungrejo

Puluhan truk berbagai jenis diparkir di sepanjang ruas jalan Pelabuhan Kota Pasuruan, Minggu (10/3) lalu. Berbeda dengan truk pada umumnya, truk-truk ini tampak cantik. Bagian bodi depan dan samping disulap dengan modifikasi berbagai bentuk.

Ada yang sekadar dicat dengan warna mencolok. Namun, tidak sedikit pula yang diberi pernak-pernik berupa salon hingga lampu kelap kelip pada bodi truk. Tampilan ini pun tak ayal memantik perhatian warga setempat yang datang. Saat itu, Komunitas Arepas sedang melakukan ajang silaturahmi dengan anggota. Warga setempat pun turut diberikan hiburan berupa panggung musik.

Ketua Komunitas Arepas Edy Ikhawan mengungkapkan, Komunitas Arepas resmi terbentuk pada 28 Desember. Pembentukan komunitas ini tidak terlepas dari keprihatinan dirinya dan sejumlah pengemudi truk. Dimana angka kecelakaan jalanan yang melibatkan truk cukup tinggi.

Anggotanya pun tidak hanya berasal dari sopir truk saja, namun juga dari kalangan pemilik truk. Rentang usianya bervariasi mulai dari 25 sampai 40 tahun. Awalnya, saat pertama kali terbentuk, jumlah anggota cuma 30 orang. Saat ini anggota Arepas sudah mencapai 100 orang.

Edy –sapaan akrabnya– menjelaskan, wadah ini memiliki fungsi utama untuk mengubah kesan masyarakat yang menganggap sopir truk itu ugal-ugalan dalam berkendara. Padahal, tak sedikit dari sopir ini yang taat berlalu lintas. Terutama yang tergabung dalam komunitas Arepas. Karena itulah, pihaknya tidak sembrono dalam memasukkan anggota.

“Rata-rata truk ini digunakan untuk kerja. Tidak hanya dari Kota Pasuruan, namun ada pula yang dari Kabupaten Pasuruan. Cuma persyaratannya yang ingin gabung itu harus memiliki SIM A,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, truk yang masuk ke dalam Arepas bervariasi. Namun, jenis Colt Diesel dan jenis Fuso yang paling mendominasi. Pemilik atau sopir yang resmi menjadi anggota Arepas, harus membayar biaya administrasi setiap bulan sebagai iuran wajib.

Namun, iuran ini bersifat untuk kesejahteraan anggota Arepas. Ia lantas mencontohkan jika salah satu anggota Arepas sakit atau mengalami kecelakaan, maka Arepas bakal membantu dengan menyumbangkan uang dari iuran wajib yang disetorkan.

“Tidak hanya itu. Kendati masih baru, kami rutin memberikan bunga-bunga sosial bagi yang membutuhkan. Misalnya, anak yatim piatu atau membantu evakuasi truk mogok,” jelasnya.

Mayoritas truk yang tergabung dalam Komunitas Arepas ini sudah dalam bentuk modifikasi. Nilai yang dihabiskan untuk modifikasi ini pun beragam. Mulai dari puluhan sampai ratusan juta. Bergantung pada modifikasi yang dilakukan. Modifikasi ini berbentuk full variasi. Mulai dari interior, sound, hingga tampilan.

Edy menyebut, ada truk yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 150 sampai Rp 280 juta untuk modifikasi. Nah, truk yang paling diunggulkan dari sisi modifikasi ini bakal menjadi mobil cantik.

Selain itu, agar truk selalu dalam kondisi baik saat dibawa, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan kondisi minimal satu bulan sekali. Utamanya, jika Arepas memiliki agenda untuk melakukan pertemuan atau kegiatan di luar Pasuruan.

“Mobil cantik ini bertujuan untuk menarik massa dan peminat truk dari Pasuruan maupun luar Pasuruan saat diadakan kopi darat sesama anggota pecinta truk,” katanya.

Menurutnya, selama ini Arepas belum pernah mengikuti kontes karena komunitas ini baru saja terbentuk. Sehingga, selama ini, Arepas hanya rutin melakukan kopdar dengan komunitas truk lainnya di luar kota. Di luar itu, anggota juga melakukan pertemuan di pelabuhan sebagai basecamp.

“Sementara kami hanya sebatas melakukan kopdar dan silaturahmi ke sesama anggota dan komunitas pecinta truk. Kalau soal kontes, Insya Allah jika memang ada anggota yang bersedia,” jelasnya. (rf)