Dua Bulan, Tujuh Rumah di Jrebeng Kulon Dibobol

KEDOPOK – Dua bulan terakhir, tujuh rumah di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, disatroni maling. Warga perumahan pun resah.

Yang terakhir, maling beraksi Senin (18/3) malam di rumah Nia Megasari, 30, warga Perumahan Griya Serayu Asri, RT 2/RW 1. Namun, maling yang hendak masuk lewat atap rumah itu tepergok. Warga sekitar sempat mengejar, walaupun akhirnya pelaku berhasil kabur.

Nia menyebut, pencurian kerap terjadi sejak dua bulan terakhir di lingkungan tempat tinggalnya. Di RT 2/RW 1 misalnya, sebulan sampai lima kali. Maling beraksi tiap pekan dan biasanya di hari yang sama. Yakni, Senin. Sedangkan di sisi selatan, tepatnya di Perum Pondok Serayu Indah, maling dua kali beraksi.

Bahkan, bagi Nia, peristiwa itu adalah yang ke dua. Dua pekan lalu, hari Senin, rumahnya juga dimasuki maling. Perempuan yang berprofesi sebagai guru itu mengaku, pencurian itu terjadi pukul 18.00.

Saat itu ia sedang mandi, sedangkan suaminya ke masjid di perumahan setempat. Akibatnya, uang Rp 1,5 juta dan cincin emas seberat 1 gram raib.

“Saya sadar saat tahu uang yang baru saya taruh di celengan tempat perhiasan ternyata dak ada. Sementara pintu terbuka. Sepertinya malingnya masuk lewat pintu depan. Posisi saya sedang mandi dan suami ke masjid,” katanya.

Selanjutnya, Senin (18/3) juga pukul 18.00, pencurian terjadi lagi. Seperti biasa, warga ke masjid untuk salat berjamaah. Sementara, Nia di rumahnya. Saat berada di dapur rumahnya, terdengar suara orang melangkah di atap rumahnya.

Karena pernah kemalingan, Nia menengok ke atap rumah. Kebetulan, ada beberapa bagian atap dapurnya yang sengaja diberi celah dan gentingnya diganti dengan kaca.

Saat itulah, dia melihat seorang pria berjalan ke arah timur. Dia pun langsung berteriak maling. “Saya tidak melihat wajahnya. Yang kelihatan hanya punggungnya saja. Jadi saya langsung teriak,” terangnya.

Mendengar teriakan Nia, pria yang diduga maling itu pun berlari. Sementara warga yang mendengar teriakan Nia langsung berdatangan.

Beberapa warga pun mengumumkan ada maling melalui speaker masjid. Sontak, warga yang geram langsung berupaya mengejar. Namun, sampai pukul 20.30, tidak membuahkan hasil.

Warga pun memeriksa atap rumah Nia. Ternyata genting rumah sudah terbuka. “Jadi, ada tiga titik yang gentingnya sudah dibuka. Yakni, di dapur, kamar mandi, dan ruang tengah. Mungkin malingnya mau masuk ke sini lagi. Tetapi keburu ketahun,” bebernya.

Hal senada diungkapkan M. Sobah, warga Perum Pondok Serayu Indah. Menurutnya, di gang rumahnya ada dua warga yang rumahnya kemalingan. “Di sini kerap memang kemalingan. Gang ini ada dua. Gang sebelah infonya ada sekitar lima,” imbuhnya.

Pencurian yang terjadi di rumah Nia, juga diketahui Sobah. “saya tahunya pas ada pengumuman dari masjid. Jadi larinya lewat atap gang ini. Warga sempat mencari, namun tidak ketemu,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan akan memperketat keamanan dengan satuan tugas yang lain. Pihaknya mengimbau warga juga waspada.

“Kita bekerja sama dengan Polsek akan masifkan keamanan. Untuk aksi itu akan kami dalami,” terang AKP Nanang. (rpd/hn)