Jalan Depan Sejumlah Sekolah di Probolinggo Belum Ber-Zebra Cross

TAK ADA ZEBRA CROSS: Siswa SMP Taman Dewasa saat menyeberang. Sekolah ini adalah salah satu yang belum dibuatkan zebra cross oleh Dishub Kota Probolinggo. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Sejumlah sekolah yang ada di pinggir jalan di Kota Probolinggo masih belum dilengkapi zebra cross ruas jalan depannya. Dampaknya, siswa yang hendak keluar masuk sekolah, kesulitan menyeberang.

Salah satunya, sekolah-sekolah di sepanjang Jl Suroyo. Yakni, SDN Tisnonegaran 1, SMP Taman Dewasa, dan SDK Mater Dai di Jalan Suroyo. Lalu, di Jalan Soekarno Hatta ada SDN Sukabumi V.

Kepala SDN Tisnonegaran 1 Catur Maharani Sulistio Arif mengatakan, zebra cross sangat dibutuhkan untuk sekolah yang ada di pinggir jalan besar. Lebih lagi sekolahnya berada di tikungan.

Selama ini, guna memudahkan siswa menyeberang, dua satpam sekolah ditugaskan untuk membantu siswa menyeberang. Baik saat masuk atau pulang sekolah.

“Kami pakai dua satpam untuk membantu siswa. Jadi, anak-anak aman saat menyeberang. Tapi, untuk zebra cross kami memang butuh,” terangnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Sumadi mengatakan, tahun ini direncanakan ada penambahan zebra cross. Namun, belum dipastikan kapan. “Masih tahap DED, selanjutnya lelang terbuka,” terangnya.

Rencananya, akan dibuat Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dengan anggaran Rp 530 juta di delapan titik. Yaitu, di SMPN 4, TK Tunas Harapan, Taman Madya, SDK Mater Dai, SDN Sukabumi V, SDN kedopok I, SD Muat’alimin, dan SDN Wonoasih II.

“Nantinya kami kondisikan dengan dana yang ada. Bisa jadi tidak semuanya atau bahkan ada tambahan titik baru jika dananya nutut,” bebernya.

Selain ZOSS, pada tiap sekolah yang ruas jalannya tahun lalu terkena pemeliharaan jalan (pengaspalan ulang) akan dilengkapi dengan zebra cross. Kemudian dalam DED juga dianggarkan markah jalan tahun 2019.

Markah jalan ini dianggarkan Rp 610 juta. Prioritasnya yaitu di jalan utama. Setidaknya direncanakan ada 9 titik untuk markah jalan. Yakni, Jl Panglima Sudirman, Jl Soekarno-Hatta, Suroyo, S. Parman, Wijaya Kusuma, Teuku Umar, Seruni, Cempaka, dan Jl Anggur.

“Untuk markah jalan kami utamakan yang jalan utama dulu. Kemudian zebra cross di sekolah dan tempat lain yang membutuhkan fasilitas tersebut,” jelasnya. (rpd/hn)