Pastikan Pemilik Hak Cipta Kopi Kapiten, Apeki Klaim Sudah Terdaftar Sejak 2016

BANGIL – Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Kabupaten Pasuruan memastikan, kopi merek Kapiten Pasuruan sudah memiliki hak cipta sejak 2016. Klaim ini disebutkan setelah keramaian yang menyangkut kopi merek Kapiten, dimiliki warga Pati, Jawa Tengah.

Abdul Karim, ketua Apeki Kabupaten Pasuruan justru heran dengan pemberitaan yang menyebutkan, merek Kopi Kapiten adalah milik warga di Pati, Jawa Tengah. “Saya justru heran kenapa ramai diberitakan bahwa merek Kapiten katanya milik orang Pati. Padahal, kami sudah memiliki hak cipta merek Kapiten Pasuruan sejak tahun 2016,” terangnya.

Bahkan, Apeki sudah menerima sertifikat merek Kapiten Pasuruan sebagai produk kopi sejak 28 Desember 2016. Dengan nomor pendaftaran IDM000611740.

Dari pendaftaran merek tersebut, pemegang merek dan logo adalah Perkumpulan Petani Kopi Indonesia (Apeki) yang beralamat di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kapiten sendiri singkatan dari Kopi Asli Kabupaten Pasuruan. Sedangkan logonya digambarkan sebagai Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. “Itu sebagai apresiasi Apeki terhadap Bupati Pasuruan yang peduli pada produksi hasil kopi petani di Pasuruan,” katanya.

Namun, Karim justru mengaku diuntungkan dengan polemik pemilik merek kopi Kapiten ini. Sebab, polemik ini menjadi viral di sosmed. Sehingga, banyak masyarakat menjadi penasaran dan mencari produk kopi Kapiten Pasuruan.

“Dari simpang siur dan viral ini, kami sebagai Apeki justru senang. Kopi Kapiten justru diuntungkan karena promosi gratis dan banyak yang mencari,” terangnya.

Saat ini menurutnya, merek Kopi Kapiten Pasuruan adalah produk jasa. Dan logo Kapiten Pasuruan bisa ditempeli di berbagai merek kopi petani di Kabupaten Pasuruan, sebagai tanda bahwa merupakan Kopi Pasuruan.

Sementara itu, Ihwan, kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan mengaku sudah mendengar polemik tentang merek kopi Kapiten. Namun, informasi tersebut perlu diklarifikasi.

Ihwan menjelaskan, memang benar ada merek Kapiten yang didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM dari Kecamatan Pati, Jawa Tengah. “Namun, setelah kami kroscek merek tersebut adalah untuk produk beras ketan dan beras putih,” terangnya.

Menurutnya, Kapiten dari Pati, Jawa Tengah baru diajukan ke Kemenkum HAM pada 6 November 2018. Sedangkan Kapiten Pasuruan yang merupakan produk kopi sudah diajukan sejak 28 Desember 2016.

“Jadi, sudah kelihatan tanggal siapa yang lebih dulu. Termasuk produk kita jelas berbeda. Yang satu kopi dan satunya adalah beras ketan,” terangnya.

Dijelaskan Ihwan, Kemenkum HAM pasti sangat berhati-hati mengeluarkan izin merek. Karena pasti akan menimbulkan dampak tertentu.

“Misalnya, dulu pernah ada somasi pada merek kopi joss milik petani kopi di Tutur, lantaran sama dengan minuman joss. Namun karena produknya tidak sama, yang satu kopi dan satunya minuman, somasi bisa digagalkan,” terangnya.

Karena itu, menurutnya, Kopi Kapiten Pasuruan akan jalan terus dan menjadi branding kopi produksi Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, Kapiten Pasuruan diakui masih Kelas Nice. Yaitu, untuk jasa, berupa penyebaran iklan, bantuan manajemen, industri atau komersial, sampai penataan etalase toko dan kafe.

Sebab, Kapiten Pasuruan masih membawahi merek-merek lain di Kabupaten Pasuruan. Misalnya Kopi Joss dari Tutur, Kopi Arjuna Semar dari Purwodadi, dan Kopi Ledug dari Prigen.

“Namun, bisa dinaikkan kelas mereknya menjadi produksi. Itu, terserah dari Apeki sendiri. Dan, tetap yang bisa menaikkan kelas adalah pemilik dari merek Kopi Kapiten Pasuruan,” terangnya. (eka/fun)