Pembunuh yang Mencampur Racun di Kopi “Pesugihan” Dituntut 20 Tahun Penjara

BANGIL – Terdakwa pembunuhan dengan kopi kasturi, Hendro Mawan Suryo Putro, 37, bakal mendekam lama di balik jeruji penjara. Itu, seandainya majelis hakim PN Bangil mengabulkan tuntutan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, hukuman selama 20 penjara.

Tuntutan itu dilayangkan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, Hendi, atas pelanggaran pasal 340 KUHP yang dilakukan terdakwa, Selasa (19/3). Hendi menganggap, kalau warga Cangkringmalang, Kecamatan Beji, itu telah sah melakukan pembunuhan berencana.

“Menuntut terdakwa hukuman 20 tahun penjara,” kata Hendi. Tuntutan itu dilayangkan setelah pemeriksaan terhadap terdakwa.

Kasus kopi kasturi ini terjadi Sabtu, 17 November 2018. Bermula dari persoalan ekonomi yang dialami korban Ari Putra Utama, 22, warga jalan Kapten Tendean Nomor 10, Desa Banjarejo, Kecamatan Taman Kota, Madiun.

Persoalan keuangan itu pun diketahui terdakwa yang kemudian mengajaknya untuk memperoleh uang dengan instan. Terdakwa kemudian mengajak korban untuk menjalankan ritual di sebuah area pemakaman Bujuk Majeng, Dusun Pucanganom, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Ketika itu, terdakwa mencampurkan kopi dengan minyak kasturi agar diminum korban. Tujuannya agar korban bisa menikah dengan makhluk gaib dan bisa mendapatkan uang gaib. Namun, bukannya uang yang didapatkan. Korban malah pusing. Hingga kemudian korban meninggal dunia.

Kasus itu pun kemudian ditangani pihak kepolisian. Hingga tak selang lama, tersangka berhasil diringkus pihak kepolisian. Ia pun disidangkan dan dianggap melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Oleh jaksa, ia dituntut hukuman 20 tahun penjara. Atas tuntutan itu, penasihat hukum terdakwa, Wiwik akan mengajukan pledoi pekan depan. (one/fun)