Siagakan Dua Pos Damkar, Lokasinya Dibagi Barat dan Timur

KRAKSAAN – Asap tebal keluar dari lantai tiga gedung perkantoran Pemkab Probolinggo di Kraksaan. Situasi semakin tegang tatkala sirine tanda bahaya berbunyi. Pusat perkantoran itu sedang dalam kondisi darurat kebakaran.

ANTISIPASI PEMILU: Latihan simulasi tersebut untuk kesiapsiagaan Damkar menjelang pemilu 17 April mendatang. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Semenit kemudian, mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan mobil unit kesehatan datang. Keduanya langsung bergegas ke titik yang diduga terjadi kebakaran itu. Tiba-tiba bunyi ledakan terdengar saat api masih menyala.

Tapi insiden itu justru mengundang decak kagum. Sebab, itu hanyalah simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan Damkar setempat. Sebuah simulasi menjelang pelaksanaan pemilu yang kurang 29 hari lagi itu.

Dalam simulasi yang berjalan 20 menitan itu mempertontonkan kesigapan petugas Damkar di saat kebakaran melanda. Simulasi itu disaksikan langsung Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Sekretaris Daerah H Soeparwiyono dan segenap pejabat dan segenap pegawai pemkab, para petugas melakukannya dengan sempurna.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, simulasi tersebut dilakukan guna persiapan menjelang pemilu. Pasalnya, bukan tidak mungkin kejadian yang bisa menyebabkan kebakaran bisa terjadi pada hari H pencoblosan.

“Ini merupakan persiapan kami menjelang pemilu. Tetapi, semoga saja tidak terjadi apa apa dan pemilu berjalan dengan aman dan damai,” katanya.

Pria yang akrab disapa Joko itu menambahkan, kapasitas personel dan prasarana Damkar telah siap menghadapi segala kemungkinan gawat darurat. “Kalaupun ada yang mengancam, kami siap. Ini dibuktikan dari simulasi,” terangnya.

Dalam pemilu ini, pihak damkar menyiapkan dua pos yang siap jika dibutuhkan sewaktu waktu. Yaitu, Pos pertama ada di Dringu untuk Dringu ke barat sampai Tongas atau ke selatan sampai Tegalsiwalan. Sementara pos kedua ada di kantor Satpol PP yang akan menangani wilayah Kabupaten Probolinggo. “Kedua pos itu stand by, bila dibutuhkan langsung sigap dan berangkat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, ia mengingatkan untuk para perusahaan yang ada di daerah selalu memiliki alat pendeteksi kebakaran. Pasalnya, saat ini masih banyaknya perusahaan-perusahaan di Kabupaten Probolinggo yang belum memiliki alat-alat Proteksi Kebakaran. Karenanya, kedepan akan lebih concern untuk lebih mengintervensi lagi dalam hal pencegahan bahaya kebakaran ini.

“Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2012, bahwa alat-alat Proteksi Kebakaran ini wajib untuk dimiliki perusahaan-perusahaan. Selanjutnya petugasnya akan kita training skill basic penanganan kebakaran, sehingga hal ini bisa meminimalisir terjadinya kebakaran. Jadi api belum besar mereka sudah bisa mengatasi,” tandasnya. (sid/fun)