Tandai Titik Rawan Longsor di Tiris dengan Garis

TIRIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memasang yellow line atau garis kuning di lokasi longsor, Desa Andungsari, Kecamatan Tiris. Pemasangan itu sebagai penanda agar warga dan pengguna jalan di sekitar longsoran berhati hati. Pasalnya, longsoran di tepi jalan itu membahayakan.

ANTISIPASI: Petugas BPBD ketika memasang yellow line di lokasi rawan longsor. (BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Pemasangan garis kuning itu dilakukan Selasa (19/3). Pemasangan dilakukan bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat dan dibantu warga setempat yang kebetulan berada di lokasi.

“Titik yang dipasang adalah lokasi bekas longsor. Karenanya agar tidak membayakan kami pasang garis kuning itu. Tepatnya di daerah Dusun Paleran, Desa Andungsari,” kata Anggit Hermanuadi, Kepala Pelaksana BPBD.

Pria yang akrab disapa Anggit itu menuturkan, pihaknya meminta warga agar berhati-hati jika melintasi daerah itu. Pasalnya, di daerah itu rawan longsor. Apalagi, longsoran di tepi jalan itu masih belum dilakukan perbaikan.

“Perbaikan nanti dilakukan oleh PUPR. Jadi mereka yang akan melakukan perbaikan. Waktunya kapan? Kami kurang tahu. Bisa sekalian dikonfirmasi nanti,” ungkapnya.

Menurut Anggit, kegiatan itu merupakan langkah antisipasi mengingat musim hujan belum reda. “Semoga saja tidak ada longsor susulan. Sehingga tidak terlalu besar pula nanti perbaikannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Prijono mengatakan, untuk perbaikannya itu sendiri akan dilakukan tahun ini. Pembiayaannya akan diajukan melalui Perubahan APBD (P-APBD). Untuk biaya yang akan diajukan menurut Prijono sekitar Rp 200 juta. Itupun, tergantung nanti yang disetujui berapa. “Yang diajukan sekitar itu (Rp 200 juta). Tetapi, disetujui berapa tergantung nanti,” ungkapnya. (sid/fun)