Tutup Pipa Septic Tank saat Banjir, Warga Bangil Tewas

BANGIL – Bencana banjir yang melanda Latek Utara, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa malam (19/3) menelan korban jiwa. Itu setelah seorang warga setempat meregang nyawa saat tengah berusaha menutupi pipa septic tank, agar air tak masuk rumah.

Korban tewas itu diketahui bernama Suprayitno, 56. Informasi yang diperoleh radarbromo.co.id, insiden nahas itu menimpa korban, sekitar pukul 19.00.

Ketika itu, kawasan setempat tengah dilanda hujan. Meski tak terlalu deras, hujan tersebut membuat kawasan setempat mulai terendam. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter.

Kondisi itu terjadi, setelah air sungai Masangan, meluap dan masuk permukiman warga. Banjir yang melanda pemukiman, membuat warga panik.

Mereka kemudian mengambil tanah lumpur, untuk menembok rumahnya agar tidak kemasukan air. Tak terkecuali korban, yang kemudian menuju belakang rumahnya.

Korban hendak menutupi pipa septic tank miliknya. Namun, nasib berkata lain. Saat hendak menutupi pipa septic tank itu, ia terpeleset dan jatuh.

Mukanya sempat mengenai tembok septic tank. “Korban pingsan,” jelas Kasun Kradenan, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, M. Efendi.

Jarak rumah korban dengan Efendi memang tidak terlalu jauh, meski berbeda wilayah. Ia menambahkan, korban yang pingsan itu, kemudian ditemukan warga tengah mengambang.

Warga yang panik, kemudian berusaha menolongnya. Oleh warga, korban dilarikan ke RSUD Bangil. Namun sayang, nyawanya tak terselamatkan. Ia meninggal, dalam perawatan RSUD Bangil.

Camat Bangil, Rahmat Syariffudin membenarkan kejadian tersebut. Kondisi korban yang sudah lanjut ditambah dengan riwayat sakit yang dideritanya, dimungkinkan menjadi salah satu penyebab ia tak bisa diselamatkan. “Korban memang memiliki riwayat darah tinggi,” jelas Rahmat. (one/mie)