Amankan Komplotan Pencurian Swalayan asal Surabaya, Dua Diantaranya Wanita

KRAKSAAN – Polsek Kraksaan berhasil mengamankan tiga orang pencurian barang di swalayan. Ketiganya diduga merupakan komplotan pencurian di swalayan yang sering beraksi di wilayah Jawa Timur. Ini lantaran pelaku yang kebetulan ditangkap saat peraksi di salah satu swalayan di Kraksaan itu bukan orang Probolinggo, melainkan orang Surabaya.

DITAHAN: Akibat perbuatan mereka, kini ketiganya ditahan di Mapolsek Kraksaan. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Ketiga pelaku yang dibekuk itu adalah Ponco, 55, Indrawati, 48, dan satu lagi yakni Sumila alias Mula, 48. Ketiganya masih satu kampung yaitu Kelurahan Tambaksari, Surabaya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, ketiganya ditangkap polisi Selasa (19/3) lalu sekitar pukul 16.00. Penangkapan tersebut tak lain lantaran bermula dari kecurigaan pekerja di swalayan Diva di Kota Kraksaan.

Sebelumnya, pekerja tersebut mengintai pelaku. Sebab, para pelaku sudah tak asing bagi para pekerja. Karyawan meyakini, ketiga pelaku sebelumnya juga telah beraksi, namun selalu berhasil meloloskan diri.

“Sudah dua kali pelaku ini beraksi di diva swalayan itu. Jadi oleh para karyawannya, para pelaku ini sudah dicurigai dan ditunggu kehadirannya kembali. Dan ternyata para pelaku kembali lagi,” kata Kapolsek Kraksaan Joko Yuwono.

Menurut Kapolsek yang akrab disapa Joko itu, para karyawan selain mengenai wajah dari pada para pelaku, juga mengenal pelat mobil yang digunakan. Yaitu W 1181 VC. “Ketika orang itu masuk dan mobilnya cocok, mereka menunggu waktu yang tepat. Setelah benar benar melakukan pencurian baru mereka diamankan,” ungkapnya.

Setelah itu, baru pihak swalayan menghubungi pihak kepolisian. Oleh pihak kepolisian, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan langsung membawanya ke mapolsek kraksaan.

“Kami langsung amankan dan langsung kami tahan di polsek guna kepentingan penyelidikan dan pengembangan,” jelas kapolsek.

Sementara itu, saat didatangi ke mapolsek Rabu (20/3) siang, kedua pelaku yang perempuan hanya menangis. Keduanya nampak menyesali perbuatannya. Bahkan, salah satunya sempat pingsan.

Karenanya, kemudian kepolisian memasukkan kembali ketiganya ke sel tahanan. Sehingga, tidak banyak keterangan yang didapat dari ketiga pelaku.

Di sisi lain, ada pelaku yang mengelak jika mereka dikatakan komplotan. “Saya hanya seorang sopir. Tapi saya tahu kalau diajak mencuri,” ujar Ponco, salah satu tersangka sambil tersipu malu.

Namun, setelah didesak, Ponco akhirnya mengaku. Dia menjelaskan, dirinya terpaksa melakukan hal itu lantaran kepepet. Yaitu, demi membayar setoran mobil rental yang digunakan untuk taksi online. Karena jarang mendapat pelanggan itulah kemudian ia nekat bergabung. Sayang, saat ditanya berapa kali melakukan aksinya, ia tidak menjawab.

“Saya taksi online melalui aplikasi. Tapi karena jarang dapat pelanggan saya ikut mereka. Itu teman saya (Kedua perempuan) bukan keluarga. Ada kok saya aplikasinya,” terangnya.

Mula, salah seorang pelaku lain saat ditanya pertanyaan yang sama tidak banyak yang dibicarakan. Ia hanya tersipu malu sembari menangis terseduh seduh. “Saya kapok,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, kapolsek menerangkan, dari hasil penyelidikan pihaknya menduga para pelaku ini merupakan komplotan pencurian barang di swalayan. Pasalnya, pihak kepolisian melihat mereka bukan warga Probolinggo dan juga ada sebagian komunikasi yang mencurigakan di handpone-nya.

“Kami duga ini merupakan sindikat. Kami masih mendalami. Karenanya di sepanjang jalur pantura ini jika ada yang merasa kehilangan di tokonya agar segera melapor. Dengan bukti CCTV yang memperlihatkan wajah para pelaku,” ujarnya. (sid/fun)