Budayakan Literasi, SMKN 2 Probolinggo Rutin Gelar Diklat Jurnalistik

PROBOLINGGO – SMKN 2 Kota Probolinggo kembali menggelar diklat jurnalistik, Rabu (20/3). Diklat yang digelar tiap tahun itu, bertujuan untuk membentuk kader-kader yang bisa aktif menulis di majalah sekolah. Khususnya, siswa kelas X.

Diklat sendiri dibuka oleh Misjoni, S.Pd., waka Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Probolinggo. Seperti tahun sebelumnya, diklat digelar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo. Dari Jawa Pos Radar Bromo, hadir sebagai narasumber yaitu Wakil Pemred Hana Susanti.

Misjoni, saat pembukaan mengatakan, menulis merupakan kebutuhan. Tidak hanya siswa, namun juga guru. “Di zaman seperti sekarang ini, menulis sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, skill atau kemampuan menulis perlu dikenalkan dan dikembangkan pada siswa,” katanya.

SMKN 2 sendiri, menurut Misjoni, memang rutin menggelar diklat setiap tahun. Selain untuk menggalakkan budaya literasi, juga untuk terus menghidupkan majalah sekolah.

“Untuk SMKN itu kan kelas XI sudah harus fokus praktik kerja di luar. Sementara kelas XII, beda lagi fokusnya. Sudah harus fokus pada kelulusan. Karena itu, kader untuk majalah sekolah itu memang harus kelas X,” terangnya.

Kelas X pun, menurut Misjoni, hanya bisa aktif selama setahun. “Karena itu, memang kami rutin menggelar diklat jurnalistik. Untuk membentuk kader-kader baru ini,” katanya.

Harapannya, para peserta diklat selanjutnya aktif mengisi majalah sekolah. Juga aktif menginformasikan atau memberitakan tentang beragam kegiatan di sekolah. Misalnya, kegiatan ekskul.

“Para peserta ini kan juga ikut beragam ekskul. Jadi, dengan ikut diklat ini mereka juga bisa menuliskan tentang aktivitas ekskul yang diikuti,” tuturnya.

Sementara itu, diklat sendiri digelar selama tiga jam. Mulai pukul 09.00 sampai 12.00. Diklat banyak membahas tentang majalah. Mulai karakter majalah, kelebihan dan kekurangan majalah, sampai cara penulisan di majalah.

Selama tiga jam itu, peserta diklat juga melakukan praktik menulis. Hasil tulisan lantas dievaluasi oleh narasumber, sekaligus untuk pemantapan materi.

Hana menilai, diklat berlangsung lancar. Para peserta bersemangat mengikuti diklat, dari awal sampai akhir. Bahkan, sangat aktif mengikuti materi.

“Hasil praktik teman-teman menurut saya juga cukup bagus untuk pemula. Memang dibutuhkan pendampingan terus. Tapi yang penting, mereka punya semangat untuk bisa dan berkembang,” katanya. (hn)