Delapan Desa di Sukapura-Sumber Ini Terdampak Abu Vulkanik Bromo

SUKAPURA – Gunung Bromo terus mengeluarkan asap pekat dan abu vulkanik. Rabu (20/3), sejumlah desa di Kecamatan Sukapura dan Sumber, Kabupaten Probolinggo terdampak abu vulkanik yang dilontarkan dari kawah Gunung Bromo. Namun, kondisi itu tidak mengganggu aktivitas warga di desa terdampak.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, desa terdampak di wilayah Sukapura tidak terlalu luas. Hanya di sekitar Cemoro Lawang. Yakni, di Desa Ngadisari dan Ngadirejo.

Sebab, arah angin ke selatan. Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Sumber terjadi hujan abu tipis. Mulai dari Desa Wonokerso, Sumber Anom, Ledokombo, Pandansari, Tukul, dan Gemito.

”Hanya kebagian abu tipis. Tidak berdampak pada aktivitas warga di desa terdampak. Hanya saja, saat mengendarai kendaraan bermotor saat tidak mengenakan kaca mata atau penutup kepala, pandangannya pasti terganggu,” kata Camat Sumber Saniwar.

Kabid Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan, status Gunung Bromo sampai tadi malam tetap waspada level II. Gunung Bromo tetap aman dikunjungi wisatawan, selama tidak memasuki jarak radius aman dalam 1 kilometer dari kawah Bromo.

“Tercium bau belerang di sekitar PPGA (Pos Pengamatan Gunung Api, Red) Bromo, intensitas ringan hingga sedang. Untuk abu sendiri di sekitar PPGA tipis,” terangnya.

Hendra menjelaskan, aktivitas Gunung Bromo masih kategori skala kecil. Tiga hari kemarin sempat asap dan abu vulkanik yang dilontarkan dari kawah Bromo sampai ketinggian 1.500 meter. Saat berita ini ditulis, sudah turun di ketinggian 1.000 meter.

Selain itu, gempa tremor yang terjadi pun terus berkurang. Dua hari lalu, gempa tremor sampai 28 kali dalam 24 jam, kini hanya 16 kali.

”Tekanan gempa tremor hasil Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-3 mm dengan dominan 1 mm,” ujarnya. (mas/mie)