Kaji Ulang Lokasi APIL-ATCS di Pertigaan Karangketug usai Disoal Penyedia Reklame

GADINGREJO – Keberadaan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) area traffic control system (ATCS) di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan disoal. Keberadaan APIL ATCS di pertigaan Karangketug tersebut dinilai menghalangi baliho setempat.

Lantaran baliho tertutup, penyedia jasa reklame merasa dirugikan. Bahkan terancam diputus kontrak oleh pemasang reklame. Penyedia jasa reklame yang enggan disebutkan namanya itu menyebut, perusahaan selaku pemilik produk, merasa keberatan karena reklame tertutup APIL-ATCS.

Adanya reklame yang terhalang APIL-ATCS dibenarkan Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto. Dia mengungkapkan Dishub menerima keluhan dari pemilik baliho yang dipasang di pertigaan tersebut. Keluhan ini disampaikan melalui surat Februari lalu.

Dalam surat itu, pemilik baliho mengeluhkan baliho di sisi selatan pertigaan Karangketug terhalang oleh keberadaan APIL ATCS di sisi timur. Pemilik ini meminta agar dipindahkan sehingga tidak menghalangi baliho dan bisa terbaca oleh pengguna jalan.

“Pemilik baliho menyurati kami. Mereka mengeluhkan soal pemasangan APIL ATCS yang dinilai menghalangi baliho. Kami sendiri sudah mengecek ke lokasi dan memang menutup baliho,” ungkapnya.

Andri-sapaan akrabnya menjelaskan Dishub bakal menindaklanjuti laporan ini. Pihaknya bakal mengevaluasi keberadaan APIL ATCS tersebut. Misalnya, kemungkinan bisa atau tidaknya APIL ATCS ini dipindahkan. Namun hal ini bergantung pada evaluasi.

Menurutnya, jika memang dimungkinkan untuk melakukan pemindahan, maka Dishub bakal mengusulkannya melalui perubahan APBD (P-APBD) 2019 atau APBD 2020 mendatang. Namun jika sebaliknya, maka pihaknya akan memberikan penjelasan kepada pemilik baliho.

Penempatan APIL ATCS ini harus memenuhi jarak dan simetris dengan titik APIL ATCS lain. Sebab, pemasangannya menyesuaikan standar nasional. APIL ATCS di pertigaan Karangketug dipasang berjarak 50 sentimeter ke sisi timur dari lokasi traffic light (TL) lama.

“Kami masih melakukan evaluasi. Anggaran untuk pemindahannya pun tidak sedikit. Perlu pertimbangan seperti bisa tidaknya dilihat oleh pengguna jalan,” pungkas Andri. (riz/fun)