Kota Pasuruan Masih Siaga Banjir

PASURUAN – Di Kota Pasuruan, banjir kembali menggenangi daerah langganan banjir. Yakni, di lingkungan Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Ratusan rumah warga terendam setelah hujan deras yang mengguyur kawasan hulu, Selasa (19/3).

Akibatnya, kondisi air di sepanjang sungai Welang pun meluap. Bahkan, terus meluber hingga memasuki permukiman. Air mulai naik sejak pukul 20.45. “Yang paling berpengaruh yakni curah hujan cukup tinggi terjadi di wilayah hulu. Khususnya Wonorejo dan Sidogiri,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Ketinggian air di sungai Welang yang terus meninggi menyebabkan air meluap. Warga RT 2/RW 3 itu pun langsung berupaya mengamankan barang-barangnya. Sebagian besar diletakkan di atas palet.

Luapan air terjadi secara terus-menerus selama sekitar 5 jam. Luapan air mencapai puncaknya sekitar pukul 02.00. Sementara kondisi permukiman warga sudah terendam setinggi 1,5 meter.

Karena itu, sejumlah personel BPBD diterjunkan ke lokasi untuk bersiaga. Petugas juga memantau setiap sudut perkampungan selama semalaman. Mereka menggunakan perahu karet untuk berkeliling.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap aman. Yanuar menyebut, air berangsur surut sejak sekitar pukul 03.00. Rabu (20/3), kondisi permukiman kembali normal. “Selain di Karangasem, kami juga memantau kondisi serupa terjadi di Randusari. Namun, hanya sebagian,” jelasnya.

Yanuar menyebut, status siaga bencana banjir saat ini di Kota Pasuruan masih tetap. Sebab, bulan ini mulai memasuki puncak musim hujan. “Makanya, anggota kami juga tetap disiagakan. Mereka diminta tetap tanggap apabila terjadi bencana yang dimungkinkan akan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya. (tom/mie)