Tambah Dua Kategori untuk Lomba Inovasi Daerah

KRAKSAAN – Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo tahun ini kembali digelar. Setelah berhasil menyelenggarakan dua tahun sebelumnya, lomba serupa bakal kembali digelar Bappeda. Di lomba kali ini materi ditambah dua kategori, yakni inovasi teknologi bidang energi dan lingkungan hidup serta inovasi teknologi bidang kesehatan.

Untuk memantapkan persiapan, Rabu (20/3) sekitar pukul 09.30, pemkab menggelar rapat bersama. Rapat yang digelar di gedung Tengger, kompleks perkantoran, juga dihadiri ratusan peserta.

Haris, selaku koordinator juri dari Universitas Panca Marga (UPM) mengatakan, di tahun sebelumnya materi terkait lomba inovasi mencakup teknologi bidang agribisnis dan teknologi informasi-komunikasi (TIK).

Menurutnya, kesiapan dalam lomba sudah seratus persen. Baik dari segi konsep, penilaian dan lainnya sudah matang. Tinggal, bagaimana kesiapan dari pada peserta saja dalam mengikuti lomba tahunan itu. “Untuk peserta juga sudah sepertinya. Tinggal nanti pada 20 April mendatang pengumpulan makalahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Alfiatul Khoiriya, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengatakan, tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah memberikan penghormatan, penghargaan serta pengakuan terhadap upaya yang dilakukan masyarakat. Yaitu dalam memajukan penelitian, pengembangan dan penerapan IPTEK serta ditemukannya inovasi teknologi sehingga menjadikan daerah lebih berdaya saing.

“Kami memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memunculkan inovasi yang bisa membanggakan kabupaten,” ungkapnya.

Selain itu, juga untuk mengapresiasi masyarakat yang meningkatkan perhatian pada pentingnya keunggulan inovasi teknologi juga kreativitas manusia, pembangunan dan pendayagunaan IPTEK. “Tentunya, juga sekaligus sebagai pengakuan terhadap prestasi pembangunan daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Untuk peserta sendiri menurutnya dari berbagai kalangan. Yaitu, mulai dari pelajar, umum, bahkan sampai pegawai pemda. Semuanya, ikut dalam lonba guna memunculkan inovasi tersebut. Sedangkan untuk jurinya, yaitu dari akademisi dua orang dan juga dari praktisi dua orang.

“Semoga untuk tahun ini kegiatan ini bisa berjalan sukses dan berhasil seperti tahun sebelumnya,” tandasnya. (sid/fun)