Usai Diguyur Hujan, Banjir Kembali Kepung Pasuruan

GRATI – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan belum bisa lepas dari bencana banjir. Untuk kesekian kalinya di tahun ini, banjir kembali merendam sejumlah wilayah setempat.

BERBASAH-BASAHAN: Sejumlah siswa yang usai mengikuti UTS menerjang banjir saat hendak pulang. (Zubaidillah/Radar Bromo)

Di Kabupaten Pasuruan, banjir tersebar di wilayah timur dan barat. Total, ada delapan kecamatan terdampak. Mulai Kecamatan Winongan, Grati, Rejoso di wilayah timur. Serta Kecamatan Kraton, Rembang, Bangil, Beji, dan Gempol di wilayah barat. (selengkapnya lihat infografis)

Banjir itu terjadi mulai Selasa (19/3) malam hingga Rabu (20/3) siang. Bahkan, di beberapa daerah, sampai tadi malam masih ada yang terendam dengan ketinggian air yang bervariasi.

Di wilayah timur, banjir paling parah di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Serta, di Desa Prodo, Kecamatan Winongan. Ada daerah yang terendam dengan kedalaman sekitar semeter.

Lukman Hakim, kades Prodo, Kecamatan Winongan mengatakan, banjir sudah menggenangi Desa Prodo khususnya di Dusun Jetis sejak pukul 17.30, Selasa (19/3). Banjir terjadi lantaran ada luapan dari sungai Curah imbas kiriman dari Lumbang. Ditambah malam harinya ada luapan air dari Sungai Rejoso.

“Sehingga, titik tertinggi banjir sejak pukul 23.00. Ketinggian air mencapai 1 meter,” terangnya. Dikatakan sampai Rabu siang kondisi banjir memang masih tinggi.

Untuk wilayah permukiman memang sudah mulai surut hingga ketinggian 30 sentimeter. Sedangkan di daerah utara, dekat dengan sungai masih setinggi 1 meter.

Leni, 57, warga RT 1/RW 7, Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati mengatakan, kawasan setempat langganan banjir. “Mulai tengah malam sudah tinggi hingga 1 meter. Barang-barang semua sudah diamankan. Dan kalau pagi, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, kendaraan gak bisa lewat karena banjirnya tinggi,” terangnya.

Meski begitu, Leni mengaku pihaknya ogah mengungsi. Sebab, saat rumah ditinggal, rawan tindak kejahatan pencurian.

Banjir juga membuat para pelajar harus berjibaku menerjangnya, sepulang sekolah usai ikuti UTS (ujian tengah semester). “Di sekolah gak banjir. Cuma jalan ke rumah ini yang banjir,” ujar Octavian Cahaya Firdaus, pelajar kelas 5 SDN Kedawung Wetan 1.

Bakti Jati Permana, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, banjir terjadi lantaran hujan deras merata mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Selasa sore.

“Untuk intensitas hujan juga cukup tinggi di atas 60 mm per hari. Selain itu, juga durasi cukup lama hingga 3 jam. Sehingga, menyebabkan air sungai meluap,” terangnya.

Di wilayah timur, banjir terjadi karena ada luapan di anak sungai, khususnya Sungai Rejoso. “Namun, di Rejoso termasuk di Winongan Kidul ini banjirnya cukup kecil hanya ketinggian 10-20 cm. Yang cukup parah di Kebrukan, Kedawung Kulon, dan Prodo ada yang ketinggian hingga 1 meter,” terangnya.

Banjir berpotensi tetap terjadi andai kata tadi malam kembali turun hujan deras dengan intensitas tinggi. Untuk mengantisipasinya, BPBD bersama Dinsos juga membuka dapur umum untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir. (eka/mie)