Begini Kesibukan di Dapur Umum di Desa Terdampak Banjir

Banjir yang melanda wilayah Pasuruan membuat aktivitas sebagian warga menjadi lumpuh. Warga berharap ada bantuan, khususnya makanan lantaran dapur rumah tak bisa digunakan memasak. Dari dapur umumlah mereka mengandalkan makanan.

SEORANG wanita paro baya memasukkan beras ke dalam panci logam di hadapannya. Usai memasukkan air secukupnya ke dalam wadah berukuran jumbo itu, ia mulai mengaduk menggunakan pengaduk kayu di tangannya dengan cekatan.

Selang beberapa menit, ia memasukkan nasi yang sudah matang ke dalam kertas pembungkus bewarna kecokelatan. Sementara wanita lainnya membantu meletakkan lauk. Sejurus kemudian, puluhan nasi bungkus itu dibagikan ke sejumlah warga.

Begitulah potret kesibukan sejumlah relawan di dapur umum yang terletak di depan Gang Arumdu, Dusun Kajarkuning, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kemarin (21/3) siang. Maklum saja, masyarakat desa setempat sedang ditimpa bencana banjir.

Ketua RT 03/RW 01 di Dusun Kajarkuning, Desa Kedawung Wetan, Arif mengungkapkan, dapur umum ini bertugas untuk menyediakan makanan bagi warga yang terdampak banjir. Seluruh relawan yang bekerja di dapur umum ini merupakan warga setempat.

Ia merinci sedikitnya ada 30 relawan yang bertugas di dapur umum yang terdiri atas pria dan wanita. Ada yang bertugas menanak nasi, menggoreng lauk, membungkus ke dalam kertas pembungkus cokelat sampai mengantarkan ke rumah warga.

Menurutnya, dapur umum RT 03/RW 01 di Dusun Kajarkuning ini khusus untuk menyediakan makanan bagi 300 warga. Ratusan warga ini tersebar mulai dari Gang Arumdu, Gang Mawar, hingga warga di RT 01.

“Ini sudah menjadi rutinitas kami setiap kali banjir datang. Cuma ini memang yang terparah sepanjang 2019. Kendalanya itu di peralatan. Butuh yang besar agar bisa langsung memasak dalam jumlah banyak,” ungkapnya.

Kades Kedawung Wetan Muji Slamet menjelaskan, pendirian dapur umum ini atas permintaan pihak kecamatan. Awalnya, pemdes berencana mendirikan dapur umum di setiap RT. Namun, hal ini urung terlaksana karena keterbatasan lokasi lahan untuk dapur umum.

Slamet -sapaan akrabnya- lantas mencontohkan warga di RT 01 yang disuplai dari dapur umum di RT 03. Kondisi ini tidak terlepas dari lokasi RT 01 yang ikut terendam banjir dan tidak memiliki lahan yang kering untuk pendirian dapur umum.

KOMPAK: Selain di desa, dapur umum juga didirikan di Kecamatan Grati. Nampak relawan memasak nasi dan membungkusnya, sebelum dibagikan ke warga.  (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, ada enam dapur umum di Desa Kedawung Wetan. Masing-masing dapur umum ini mendapatkan bantuan beras 25 kilogram dan mi instan satu dus dari kecamatan. Sementara untuk lauknya berasal dari desa dan masyarakat.

“Makanan yang dibagikan ini dalam bentuk nasi bungkus untuk memudahkan pendistribusian ke warga. Dapur umum ini mulai berdiri sejak pukul 06.00 sampai habis. Paling tidak ini bisa menghibur sedikit warga yang terdampak,” jelas Muji.

Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyebut, dapur umum didirikan di setiap desa dan kecamatan terdampak banjir. makanan yang disiapkan sendiri harus bersifat cepat saji. Misalnya, nasi bungkus atau makanan kalengan yang bisa langsung disantap.

“Kami sudah membantu dengan makanan kalengan. Pendistribusian ini untuk seluruh warga yang terdampak banjir. Namun yang didahulukan adalah yang lebih membutuhkan seperti lanjut usia (lansia) maupun warga yang sakit,” pungkas Bakti. (riz/fun)