Benahi 14 Jembatan di Kabupaten Pasuruan, Anggarkan Rp 4,3 M

BAKAL BERTAMBAH: Jembatan Klagen, Sebani yang rampung dibangun tahun lalu. Tahun ini Pemkab Pasuruan merencanakan pembangunan 14 jembatan. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Related Post

BANGIL-Sebanyak 14 jembatan di Kabupaten Pasuruan akan dibenahi tahun ini. Pembenahan tersebut dilakukan agar akses antardesa bisa semakin lancar. Sebab, tak semua jembatan antardesa merupakan jembatan permanen.

“Seperti yang ada di Rebono, Kecamatan Wonorejo. Jembatan di sana, masih berupa jembatan gantung,” kata Eko Bagus, kepala Bidang Perencanaan di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan.

Eko menambahkan, penanganan jembatan yang akan dilakukan, memang bervariasi. Ada yang pembangunan jembatan permanen, seperti di Rebono. Namun ada pula yang sekadar rehab jembatan karena rusak.

Total, ada 14 jembatan yang ditangani tahun ini. Setiap jembatan dialokasikan antara Rp 200 juta hingga Rp 480 juta. Total ada Rp 4,3 miliar dana yang disiapkan untuk rehab jembatan tersebut.

Jumlah tersebut, memang tak sebanyak tahun sebelumnya. Karena pada 2018, ada 32 jembatan yang dibenahi. Dengan anggaran Rp 8,8 miliar.

Besaran anggaran tersebut, tak semata-mata karena banyaknya jembatan yang direhab. “Ada pula jembatan yang dibenahi ulang karena ambruk, seperti Sebani. Akhirnya membutuhkan dana besar sampai Rp 1,5 miliar,” ulasnya.

Eko menguraikan, rehab tersebut juga diberlakukan dengan ketersediaan anggaran. “Dan lagi, sudah banyak jembatan yang ditangani tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, kondisi jembatan yang rusak semakin berkurang di tahun ini. Karena itu, anggarannya lebih kecil dibanding tahun lalu,” pungkasnya. (one/hn)