BMKG: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Terjadi hingga April

NAIK PERAHU: Sejumlah bocah di Kedawung Wetan dinaikkan ke perahu karet saay banjir, Kamis (21/3). Jika curah hujan masih tinggi, warga di desa ini khawatir banjir kembali melanda. Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo

Related Post

PASURUAN – Dalam beberapa hari terakhir curah hujan tinggi terjadi di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Kondisi ini sejatinya juga terjadi di Jatim. Diprediksi, hujan dengan intensitas tinggi ini berpotensi terjadi hingga April mendatang.

Hal ini disampaikan langsung Suwarto, kepala Sie Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Tretes di Pandaan. “Saat ini curah hujannya tinggi, lebih dari 100 mili meter dalam sehari atau tergolong ekstrem. Prakiraan sampai awal April potensi hujan terus,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon kemarin.

Lebih lanjut ia katakan, kondisi atmosfer saat ini hingga beberapa hari ke depan diindikasikan mengalami peningkatan. Ini, ditandai terdeteksinya aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa. Juga adanya tropical cyclone savannah di Samudera Hindia yang berdampak terbentuknya palung tekanan udara rendah. Serta, perlambatan angin di wilayah Jawa.

Lalu, faktor hangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa, ditengarai ikut menyumbang tersedianya uap air yang melimpah bagi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa. “Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan udara hangat lembap serta labil. Sehingga, berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga tinggi sepanjang hari,” ungkapnya.

Tentu saja kondisi hujan dengan intensitas tinggi ini membuat khawatir sejumlah warga di sebagian desa yang terdampak banjir. Terutama di Grati, yang sudah dua hari ini dilanda banjir terus-menerus.

Warga berharap hujan tak lagi turun dalam waktu dekat agar mereka bisa bersih-bersih rumah. “Terutama anak-anak yang kesulitan untuk berangkat sekolah. Selama banjir, praktis kegiatan di rumah juga terganggu. Tak bisa masak dan harus membeli. Syukur-syukur ada kiriman bantuan,” beber Saiful, salah satu warga di Kedawung. (zal/fun)