Dewan Nilai Aplikasi PPDB Perlu Uji Coba sebelum Diterapkan

BERKUMPUL: Siswa di SMPN 5 Kota Probolinggo saat jam pulang beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan berencana menggunakan aplikasi untuk pendaftaran peserta didik baru di tahun ajaran baru nanti. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo akan menerapkan mekanisme Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan aplikasi berbasis website. Aplikasi ini untuk membantu menentukan sekolah bagi calon siswa baru baik tingkat SD dan SMP.

Hanya saja, sebelum diterapkan, ada beberapa masukan yang perlu diperhatikan Disdikpora terkait pelaksanaan penerapan aplikasi PPDB ini. Termasuk perlu dilakukan uji sebelum pelaksanaan PPDB dilakukan.

“Inovasi baru ini harus siap instrumen pendukungnya sebelum dilaksanakan,” ujar Abdul Azis, ketua Komisi I saat dimintai tanggapan terkait rencana penerapan aplikasi berbasis website untuk PPDB.

Selain itu, Azis menyarankan Disdikpora agar aplikasi ini dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba yang matang sebelum dilaksanakan sebagai program tetap.

“Sasaran uji coba ini fokus terhadap wali murid yang anaknya akan naik jenjang pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Disdikpora juga perlu mempertimbangkan sinyal internet saat input data. Akurasi posisi untuk input data posisi sekolah yang dituju. “Tidak lupa juga sosialisasi aplikasi ini kepada masyarakat. Harus tersampaikan dengan benar agar masyarakat tidak bingung,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Disdikpora akan menerapkan mekanisme baru untuk proses PPDB tahun 2019. Mekanisme ini akan menggunakan aplikasi yang berbasis website.

Dalam penggunakan aplikasi ini, pendaftar tinggal memasukkan koordinat rumah. Baru setelah itu akan ada informasi sekolah yang bisa dipilih untuk siswa tersebut berdasarkan jarak rumah dengan sekolah.

Untuk pendaftaran siswa SD, setiap siswa berhak untuk memilih di antara 7 lembaga SD Negeri. Sedangkan untuk Pendaftaran Siswa SMP berhak memilih di antara 3 lembaga SMPN. (put/fun)