Diblender dan Dibakar, Cara Kejaksaan Musnahkan Ribuan BB 106 Perkara

BUKAN JUS: Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis (kiri) memblender ribuan pil barang bukti perkara yang sudah inkracht, Kamis (21/3) pagi. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo memusnahkan ribuan barang bukti (BB) dari 106 perkara yang telah inkracht alias berkekuatan hukum tetap. Kamis (21/3), ribuan BB yang dimusnahkan itu terdiri atas 7 jenis.

Tujuh jenis itu meliputi 29,06 gram sabu-sabu; 13.205 butir pil Dextro; 10.868 butir pil Tryhexyphenidil; 53 unit handphone; 15 bilah senjata tajam; 16 dus VCD bajakan; 7 kardus kaset kosong; 2 unit printer; 2 lembar kartu ATM; sebuah buku tabungan; serta 1 unit senjata api rakitan laras pendek.

Barang-barang itu dimusnahkan dengan cara berbeda. Seperti halnya pil, dimusnahkan dengan cara diblender. Untuk VCD dibakar. Ribuat kaset itu dibakar di depan kantor Kejari Kabupaten Probolinggo. Sedangkan, senjata tajam dan senjata api rakitan dimusnakan dengan cara dipotong.

BAKAR: Ada pula barang bukti yang dimusnahkan dengan dibakar. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis mengatakan, BB yang dimusnahkan itu merupakan BB dari 106 perkara. Ratusan perkara itu antara periode Juli 2018 hingga Februari 2019. Barang-barang itu dimusnahkan karena kasusnya sudah inkracht. “Ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Sehingga, kami memusnahkan BB-nya,” ujarnya.

Nadda menagatakan, dalam setahun pihaknya melakukan pemusnahan dua kali. Bahkan, bisa lebih. Namun, kebanyakan hanya dua kali. Itu, karena proses penyelesaian perkara tidaklah singkat. “Perkaranya kan tidak sebentar selesainya. Satu perkara bisa selesai satu sampai tiga bulanan. Karena itu, pemusnahan barang buktinya dilakukan dua kali. Setahun dibagi per semester,” ujarnya. (sid/fun)