Gapura Pasuruan Jaman Biyen Ambruk, 5 Terluka, 1 Bocah SD Patah Kaki

PURWOREJO–Pembukan Pasuruan Jaman Biyen, Kota Pasuruan di GOR Untung Suropati, Jumat (22/03) diwarnai tragedi ambruknya gapura selamat datang. Belasan orang yang ada dibawah gapura pun tertimpa bambu dan jemari. Akibatnya, 4 siswa SDIT dan seorang dewasa harus dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan dan 1 orang dewasa. Lihat videonya disini.

Sebelumnya, pembukaan Pasuruan Jaman Biyen (PJB) dimulai pukul 14.30. Dibuka oleh Wakil Wali Kota, Raharteno Teno Prasetyo yang langsung menuju GOR Unsur. Pembukaan itu dilakukan di depan gapura selama datang yang terbuat dari bambu dan jerami. Puluhan siswa menyambut kedatangan wakil wali kota. Baik dengan busana adat dan barisan anak-anak mulai dari SD sampai SMA.

Cuaca yang sebelumnya panas, berangsur menjadi mendung. Bahkan tak lama kemudian, disertai angin kencang sekitar pukul 15.30.  Setelah rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) mulai memasuki stan-stan yang ada di PJB, malapetaka itu pun terjadi.

Nahasnya, tak lama kemudian, puluhan anak sekolah yang masih bertahan di depan gapura selamat datang keambrukan gapura tersebut. Sontak peserta pun jadi histeris.

Panitiapun segera mengevakuasi korban yang berjatuhan tertimpa gapura selamat datang tersebut. Korban yang cukup parah dilarikan segera ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.

Tercatat ada 4 siswa SDIT atau SD Islam Terpadu Bina Insan Cendekia. Yaitu Farah Anisa, Fahrizaidan Susilo, Raihan Pandunaran, M. Fikri Fauzi yang alami luka. Semua korban adalah siswa kelas 5. Sedangkan 1 orang dewasa bernama Samsul Afandi, 36, warga Krampayangan, Kota Pasuruan.

Untuk korban sendiri, mayoritas mengalami luka lecet di kaki, lutut dan luka bengkak di wajah dan alis akibat tertimpa bambu. Korban yang lukanya cukup parah yaitu M. Fikri Fauzi yang mengalami patah kaki kanan. (eka/mie)