Hore… Honor Sopir PTT di Pemkot Probolinggo Naik Rp 500 Ribu

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo kembali memberikan kenaikan honor bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT). Kenaikan honor PTT ini khusus untuk tenaga sopir di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, beberapa waktu lalu. Hadi menyebutkan, PTT tenaga sopir mendapat kenaikan honor Rp 500 ribu setiap bulan. Sebelum ada kenaikan ini, honor sopir PTT hanya Rp 835.500 setiap bulan.

“Sesuai dengan Perwali Nomor 32 Tahun 2019 tentang perubahan ke enam atas Perwali 57, bahwa PTT yang bertugas sebagai pengemudi mobil dinas pimpinan diberikan tambahan penghasilan sebesar Rp 500 ribu setiap bulan,” ujarnya.

Pemberian tambahan penghasilan ini merupakan bagian dari langkah pemkot untuk memberikan kesejahteraan bagi pegawai. Sebagian dari penghasilan tersebut akan dibayarkan untuk Jaminan Hari Tua (JHT) pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk tenaga akuntansi, saya juga telah menyerahkan surat penugasan wali kota bagi PTT yang telah mengikuti seleksi untuk melakukan tugas sebagai tenaga akuntansi. Sebanyak 28 orang,” ujarnya.

Tenaga akuntansi ini pun berhak mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp 500 ribu setiap bulan. Ditemui harian ini, Wali Kota menjelaskan, kenaikan kesejahteraan ini akan diberikan secara bertahap dengan diimbangi kenaikan PAD Kota Probolinggo.

“Pertimbangan kami mengapa sopir didahulukan karena disesuaikan dengan beban kerja, tugas, dan fungsinya,” ujarnya saat disinggung mengenai alasan sopir pimpinan OPD didahulukan.

Sebelumnya, Pemkot Probolinggo juga meningkatkan kesejateraan GTT di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Selain itu, juga ada pembentukan tenaga keamanan di sejumlah OPD. Tenaga keamanan ini juga mendapatkan tambahan kesejateraan sebesar Rp 500 ribu setiap bulan. (put/hn)