Keluarga Korban Tertimpa Gapura PJB Sempat Emosi, Ini Penyebabnya

PURWOREJO-Kepanikan dirasakan keluarga korban tertimpa gapura ambruk Pasoroean Djaman Bijen. Saat ditemui di IGD RSUD dr Soedarsono, sejumlah keluarga korban bahkan ada yang emosi.

Mereka mengaku kecewa dengan pemkot dan panitia penyelenggara. Hal itu seperti dirasakan Nanang Susilo, ayah dari Fahrizaidan Susilo, siswa SDIT yang ikut jadi korban.

Nanang mengatakan kecewa karena dirinya merasa di ping-pong oleh panitia, untuk mencari keadilan agar Pemkot mau segera bertanggung jawab terhadap kondisi anak dan teman-temannya.

“Saya tahu ini memang musibah. Tapi, pemkot sebagai panitia harus segera hadir dan memberikan perawatan terbaik buat siswa-siswa ini. Jangan saya di ping-pong sana-sini. Karena kami butuh kejelasan siswa ini harus diberi perawatan terbaik,” keluhnya di UGD RSUD Purut kemarin.

Termasuk Hasim Ashari, 61, ayah M. Fikri Fauzi yang kakinya patah. Ia merasa kecewa bahwa panitia bersikap ceroboh sampai gapura bisa ambruk dan mengenai banyak siswa yang masih SD. Lihat videonya disini.

“Ini masih kecil dan punya masa depa. Kami kecewa, kok safetynya bisa seperti ini sampai membahayakan pelajar,” terangnya.

Tak lama, perwakilan Pemkot Pasuruan datang ke IGD dan melihat kondisi korban. Baik panitia dari Dispora dan EO Panitia.

Susilowati, Sekretaris Dispora masih belum bisa menjawab banyak pertanyaan wartawan.

Namun melihat kondisi korban, sementara dari Dispora selaku panitia akan berkoordinasi dulu dengan pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami lihat dulu hasilnya. Apakah ada yang dirujuk atau tidak? Termasuk terkait bencana ini bisa terjadi lantaran faktor lain seperti alam,” terang Susilowati singkat.

Sedangkan Dafiq Mafazan, dari EO PJB mengatakan, baik dari EO dan Dispora memastikan akan bertanggung jawab penuh sampai korban bisa sembuh. Dari EO sendiri mengaku sudah melakukan standar SOP terkait ketahanan bambu sebelum dimulai kemarin.

“saat memasang welit atau atap jemari itu, bahkan kuat sampai dinaiki 4-5 orang. Termasuk saat kejadian kita pantau tidak ada orang yang bersandar,” terangnya.

Dafiq mengatakan memang bisa ada faktor lain seperti angin yang sempat terjadi saat sore kemarin. “Kami sudah mengupayakan yang terbaik termasuk safety, tapi hal ini mungkin bisa terjadi karena faktor alam,” jelasnya. (eka/mie)