Rencana Pembangunan Sekolah Baru di Kota Probolinggo Belum Jelas

 PROBOLINGGO-Rencana Pemkot Probolinggo untuk membangun sekolah baru, belum ada titik terang. Bahkan, meskipun anggaran dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk sekolah baru tersedia, Kota Probolinggo tidak masuk sebagai daerah prioritas.

Hal ini diungkapkan Budi Wahyu Rianto, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Disdikpora Kota Probolinggo, Selasa (19/3). Hal itu, menurutnya, sudah dibahas dengan Kemendikbud.

“Hasil dari pertemuan dengan pihak Kemendikbud, Kota Probolinggo tidak masuk dalam daerah prioritas untuk pembangunan sekolah baru,” ujarnya.

Budi menjelaskan, pada 2019, Kemendikbud memiliki kuota pembangunan sekolah sebanyak 30 sekolah. Namun, prioritas pembangunan diberikan untuk daerah-daerah tertinggal.

“Seperti daerah yang tidak ada sekolah, daerah terpencil, daerah dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) di bawah 85. Sasarannya ke sana,” ujarnya.

Kota Probolinggo tidak memenuhi aspek tersebut. Baik dari sisi ketiadaan sekolah, lokasi yang terpencil, maupun angka partisipasi kasar untuk pendidikan. APK di Kota Probolinggo sudah tinggi, di atas 100.

Saat disinggung mengenai pengajuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan, Budi memastikan hal tersebut tidak dibolehkan dalam peraturan penggunaan DAK pendidikan. “DAK Pendidikan itu bisa digunakan untuk pembangunan gedung sekolah seperti ruang kelas. Tapi, tidak bisa untuk membangun satu unit sekolah,” jelasnya.

Pemkot Probolinggo melalui Disdikpora sebelumnya berencana membangun SMP Negeri baru di lahan aset yang ada di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Pembangunan ini direncanakan menggunakan bantuan anggaran dari Kemendikbud.

Rencana pembangunan ini dilakukan di Kecamatan Kademangan. Sebab, di Kecamatan Kademangan belum ada SMP Negeri. (put/hn)