Ahli Waris Korban Meninggal Laka Maut Pajarakan Dapat Santunan Rp 50 Juta

PAJARAKAN – Kecelakaan maut yang merenggut enam korban jiwa di jalur pantura Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Sabtu (23/3) jadi perhatian pihak Jasa Raharja. Sesaat setelah kejadian, Jasa Raharja langsung melakukan pendataan korban tewas dan luka-luka di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kepala perwakilan PT. Jasa Raharja Probolinggo, Harry Prabowo saat ditemui di kamar mayat RSUD mengatakan, pencairan santunan itu bakal dilakukan secepatnya. ”Korban yang alami kecelakaan dijamin oleh Jasa Raharja. Kami sekarang masih melakukan survei dan akan upayakan dibayarkan hari ini juga,” janji Harry.

Menurutnya, untuk korban meninggal bakal dapat santunan Rp 50 juta per jiwa. Sementara untuk korban luka-luka, sudah dijaminkan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Namun, jaminan korban luka-luka maksimal sebesar Rp 20 juta.
Sehingga, semua tetap akan dijamin untuk ditangani cepat. “Kami masih survei
untuk melakukan pendataan, termasuk ahli warisnya. Karena santunan korban yang
meninggal itu akan diberikan pada ahli waris,” jelas Harry.

Meski hari libur, Harry menegaskan, pencairan tak akan
terlambat. Sebab, pihak Jasa Raharja telah bekerja sama dengan pihak Bank.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di jalur pantura masuk
Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan. Sebuah mobil Isuzu Panther yang berisi
rombongan sekeluarga asal Sukodono, Lumajang menabrak truk parkir. Enam orang
meregang nyawa, sementara lima lainnya alami luka-luka.

Rombongan itu dari Lumajang hendak membesuk kerabat yang
tengah sakit di Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. (mas/mie)