Ban Dibakar, Aparat Diserang, Polisi Siagakan Pasukan Huru-hara

PASURUAN – Ratusan massa mendatangi kantor KPU. Mereka meluapkan protesnya lantaran ada salah seorang warga tak bisa mencoblos. Hal itu disebabkan karena warga tersebut tak tercantum dalam daftar pemilih. Puluhan polwan pun bersiaga didepan kantor KPU untuk menghadang massa.

LEMPAR PETUGAS: Dalam dimulasi tersebut, polisi akhirnya mengeluarkan pasukan anti huru-hara untuk mengatasi aksi massa. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Massa kian menunjukkan ketidakpuasan dan memaksa untuk memasuki kantor KPU. Pasukan Dalmas (pengendalian massa) akhirnya diterjunkan. Namun hal itu justru membuat massa kian beringas.

Mereka kemudian melempari benda-benda ke arah polisi. Sebagian lainnya membakar motor bekas. Pasukan Dalmas kemudian mendorong massa. Sebuah mobil water cannon juga dikerahkan menuju lokasi. Tak ayal, massa pun berhamburan setelah polisi menyemprotkan water cannon.

Akan tetapi, hal itu tak membubarkan massa. Kekacauan semakin menjadi. Dari berbagai penjuru mereka masih berusaha menyerang petugas. Salah seorang yang dinilai sebagai provokator kemudian dilumpuhkan. Amuk massa pun berhasil diredam.

Adegan tersebut tak lain ialah simulasi sistem pengamanan kota menjelang Pemilu 2019 di Mapolresta Pasuruan, Jumat (22/3). Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kekacauan selama masa kampanye hingga pemungutan suara berlangsung.

“Rangkaian simulasi ini digelar untuk mengantisipasi segala potensi terburuk yang bisa terjadi. Sehingga semua anggota kami siapkan untuk menangani adanya kerusuhan yang berpotensi timbul saat pemilu nanti,” kata Kasubbag Humas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto.

Ia juga berharap, pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Pasuruan dapat berlangsung aman dan terkendali. Karena itu, pihaknya juga menekankan agar seluruh personel dapat menjalankan tugas pengamanan secara total. Selain itu, setiap anggota juga diminta untuk selalu menjaga netralitasnya sebagai aparat.

Dia menilai simulasi pengamanan kota itu menjadi agenda penting. Sebab, hal itu berkaitan dengan upaya yang akan ditempuh ketika terjadi kerusuhan. Menurut Endy, aparat akan bertindak tegas kepada siapapun yang berusaha mengganggu keamanan dan ketertiban selama pemilu.

“Mengamankan pemilu merupakan tugas mulia karena ini untuk memilih pemimpin bangsa,” kata Endy. Selain dari unsur kepolisian, pengamanan pemilu juga melibatkan personel dari instansi lain. Ratusan personel itu terdiri dari jajaran TNI, Dishub, Satpol PP, hingga Linmas. (tom/fun)