Banyak yang Kena DB, Warga di Gununggangsir Minta Fogging

BANGIL – Merebaknya wabah demam berdarah (DB), membuat warga Dusun/Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, resah. Mereka khawatir semakin banyak korban berjatuhan imbas penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti tersebut.

Seperti yang diungkapkan Joko Handoyo, tokoh masyarakat Dusun/Desa Gunjnggangsir, Kecamatan Beji. Ia menyampaikan, sudah ada lima warga di kampungnya yang terserang DB.

Sayangnya, hingga sekarang tidak ada perhatian dari instansi terkait. “Warga berharap adanya fogging,” jelasnya.

Langkah fogging itu diperlukan untuk menekan ancaman DB. Pihaknya khawatir, bila tidak segera di-fogging, semakin banyak warga yang terserang DB.

Ia mengakui, fogging tidak membunuh jentik nyamuk. “Tapi, paling tidak, bisa membasmi nyamuk dewasa dan menekan ancaman kepada warga,” sambungnya.

Menurut Kasiono, warga Gununggangsir, Kecamatan Beji, ancaman DB memang mengkhawatirkan. Bahkan, anaknya sempat dirawat di rumah sakit Sidoarjo gara-gara terserang DB.

“Anak saya usia tiga tahun, menjadi salah satu yang terkena DB. Kami benar-benar resah. Kami berharap ada penanganan dari instansi terkait agar wabah tersebut ditekan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Agung Basuki menguraikan, bakal menindaklanjuti hal tersebut. Ia menguraikan, kasus DB memang bermunculan. Hingga saat ini, ada temuan 66 kasus DB. “Kami akan tindaklanjuti informasi warga tersebut,” sambungnya. (one/fun)