Duh, 100 Buku Koleksi Perpustakaan Kab Pasuruan Tak Kembali

BANGIL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan terancam kehilangan sekitar 100 koleksi bukunya. Selama tahun 2018, tercatat sekitar 100 buku tidak dikembalikan oleh peminjam.

Yusmiarto Eben, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan mengatakan, tidak kembalinya koleksi buku yang dipinjam memang menjadi masalah bertahun-tahun. Rata-rata per tahun ada 2-5 persen koleksi yang tidak kembali.

“Kalau di Kabupaten Pasuruan rata-rata masih di bawah 1 persen buku yang tidak kembali setelah dipinjam. Tahun ini terus turun dari tahun sebelumnya dan tahun 2018 hanya sekitar 100 eksemplar,” ungkapnya.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Eben mengatakan, buku yang tidak kembali cenderung menurun. Sebab, pada 2017, ada 200-300 buku yang tidak kembali.

Belum kembalinya koleksi bisa terjadi karena berbagai sebab. Selain mungkin kesibukan peminjam, juga kesadaran untuk mengembalikan tepat waktu.

Perpustakaan sendiri menurutnya, sudah melakukan upaya preventif agar warga Pasuruan atau warga luar berstatus belajar yang bisa meminjam. Sehingga kalau telat, bisa diingatkan via telepon yang tercatat atau mendatangi rumahnya.

“Meskipun untuk penagihan buku kadang masih terkendala SDM juga. Tapi, kami juga ada sanksi jika peminjam terlambat mengembalikan. Yaitu, tidak bisa meminjam selama durasi keterlambatan,” terangnya.

Perpustakaan daerah di Kabupaten Pasuruan sendiri saat ini berjumlah 8. Ada di Bangil, Rembang,Pandaan, Purwosari, Gondangwetan, Grati, Nguling, dan Tosari. Dari masing-masing perpustakaan, jumlah koleksinya rata-rata mencapai 15 ribu per tempat.

Diharapkan masyarakat yang meminjam dan belum mengembalikan koleksi, bisa segera mengembalikan. Sehingga, buku tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengunjung lain. (eka/hn/mie)