Ribuan Hektare Pertanian Terdampak Abu Vulkanik, Ini Saran DKPP

SUKAPURA – Hujan abu vulkanik dari kawah Bromo yang menimpa sejumlah desa di Kecamatan Sumber, juga berdampak pada sektor pertanian. Diperkirakan, ribuan hektare lahan pertanian akan berdampak dan terancam rusak.

Pasalnya, abu vulkanik itu bisa mengakibatkan tamanan sayuran langsung mengering. Kades Ledokombo Ngatari mengatakan, hujan abu tipis memang berdampak pada tanaman sayuran warga.

Sebab, saat abu vulkanik itu jatuh ke tanaman saat terjadi gerimis, maka akan melekat di tanaman. Abu vulkanik itu akan mengakibatkan tanaman layu dan mengering saat tidak terjadi hujan.

“Kalau saat terkena abu vulkanik, terus turun hujan. Kemungkinan besar abu di tanaman itu akan tersiram oleh air hujan. Tapi, jika tidak terjadi hujan deras, abu itu melekat di tanaman dan merusaknya,” jelasnya.

Disinggung soal luas lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik Bromo, Kades mengaku, luasan dampak abu vulkanik tergantung capaian abu vulkanik itu terbawa hingga ke mana. Namun, sejauh ini ada 6 desa terdampak abu vulkanik itu. ”Ribuan hektare lahan pertanian yang terdampak. Karena di daerah sini mayoritas lahan pertanian sayur,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Hasyim Asy’ari mengatakan, abu vulkanik yang berdampak pada sektor pertanian, merupakan bencana. Pihaknya masih akan melakukan pendataan ke lokasi. Sejauh mana luasan lahan pertanian yang terdampak dan luasan pertanian rusak.

“Tetapi, kami tidak mungkin memberikan penanganan dampak abu vulkanik di sektor pertanian saat ini. Kami nanti mungkin akan ajukan di PAK, untuk bantuan benih pertanian sayuran, bagi petani sayur yang mengalami kerugian,” terangnya.

Sejauh ini, dikatakan Hasyim, pihaknya memberikan imbauan bagi para petani. Saat tanaman sayurnya sudah mendekati masa panen, diharapkan untuk segera dipanen langsung agar tidak rusak akibat terkena abu vulkanik.

Saat petani masih akan menanam, diimbau untuk menunda lebih dulu. “Jika sudah terlanjur ditanam, maka perlu adanya pembersihan abu vulkanik dengan penyiraman menggunakan air bersih,” terangnya. (mas/rf)