Target Pajak Hotel di Kab Pasuruan Dinaikkan Rp 600 juta

BERI SUMBANGSIH: Sejumlah tempat penginapan dan hotel di puncak Tretes di Prigen saat malam hari. Pemkab tiap tahun mendapat pemasukan miliaran dari pajak hotel dan tempat penginapan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Realisasi penerimaan pajak hotel di tahun 2018 lalu mencapai Rp 8,6 miliar. Jumlah itu melebihi dari target awal yang dipatok Rp 7,9 miliar. Dengan tingginya pencapaian tersebut, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan tahun ini menargetkan pajak hotel naik sebesar Rp 600 juta.

Mokhammad Syafi’i, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, angka Rp 8,5 Miliar merupakan target di awal tahun 2019 ini. Angka ini kemungkinan bisa berubah melihat perkembangan perolehan realisasi pajak hotel setiap bulannya.

“Termasuk di tahun 2018 lalu, target awal tahun sendiri Rp 6,9 Miliar. Melihat perkembangan penerimaan pajak hotel yang positif di akhir tahun 2018, targetnya naik hinga Rp 7,9 Miliar,” terangnya.

Jika melihat target awal tahun 2018 lalu, naiknya target di tahun 2019 sejatinya mencapai Rp 1,6 Miliar. Dengan target sebesar Rp 8,5 Miliar, BKD optimistis bisa tercapai melihat realisasi penerimaan pajak hotel di tahun 2018 bisa mencapai Rp 8,6 Miliar atau lebih besar dari target tahun ini.

Syafi’i menambahkan, naiknya target tahuh 2019 membuat BKD terus melakukan pengawasan terhadap laporan pajak hotel, villa, cottage dan sebagainya. Sejauh ini pajak hotel menggunakan sistem pelaporan self assesment dari pihak hotel, untuk membayarkan Pajak Hotel dari banyaknya tingkat hunian.

“Salah satu yang sudah kami lakukan selain pegawasan rutin juga memasang tapping box. Sebuah alat elektronik untuk memantau secara online jika ada tamu yang menginap. Saat ini sudah ada 10 hotel yang sudah kami pasang tapping box, targetnya tahun 2019 ini kami akan tambah lagi,” terangnya.

Monitoring dan pengawasan rutin secara berkala ini agar kepatuhan hotel juga lebih maksimal dan menyumbang penerimaan pajak hotel yang lebih tinggi. (eka/fun)