Ketua Hanura Kota Probolinggo Dipolisikan Kasus Penggelapan

MAYANGAN – Ketua DPC Hanura Kota Probolinggo Nurul Susanti Arifin dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Nurul dituding telah menggelapkan uang sekitar Rp 504.809.000 oleh Direktur CV Nuklira Jaya Makmur, Siti Syamaiyah.

Laporan itu disampaikan Siti Syamaiyah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo Kota, Sabtu (23/3) sekitar pukul 13.00. Siti mengaku, mengenal Nurul sebagai Direktur Utama CV Bintang Tiga pada 2015.

Selanjutnya, keduanya sepakat melakukan hubungan pekerjaan. Berupa jasa angkut pengiriman batu bara oleh CV Nuklira Jaya Makmur. “Nurul dari CV Bintang Tiga ini kontrak dengan saya (CV Nuklira Jaya Makmur) untuk pengangkutan batu bara dari Pelabuhan Probolinggo menuju PT Tjiwi Kimia, Sidoarjo,” ujarnya.

Dalam kesepakatan tertulis, ada 100 unit dump truck dengan kapasitas maksimal 30 ton. Jasa angkut itu dibayar Rp 55 ribu per ton, tidak termasuk biaya timbangan. Saat truk sampai, sesuai kesepakatan akan langsung dibayarkan ritase untuk bahan bakar Rp 1 juta.

Tapi, baru direalisasikan sepekan dan itupun tidak semua dibayar. “Alasannya belum dibayar oleh PT Tjiwi Kimia. Seminggu setelahnya cuma bayar sekitar Rp 11 juta. Terus Rp 13 juta,” ujarnya.

Menurutnya, Nurul menjanjikan akan berlanjut dan untuk saat itu ada 4 tongkang batu bara. Namun, yang ada hanya dua tongkang. Pekerjaan itu diselesaikan CV Nuklira Jaya Makmur selama dua hari. Dua tongkang lagi akan menyusul. Melihat pembayaran yang tidak sehat, Siti mengaku tidak melanjutkannya.

“Dua tongkang saja sudah bermasalah, apalagi ditambah. Ketika saya cek di PT Tjiwi Kimia, bukti pembayarannya sudah lunas pada November 2015. Dengan demikian, Nurul diduga melakukan penggelapan,” ujarnya.

Siti mengatakan, setahun pertama mulai 2015, Nurul masih bisa dihubungi. Menginjak tahun kedua sulit dihubungi. Upaya melakukan pendekatan persuasif sudah dilakukan.

Namun, menurut Siti, Nurul tidak punya iktikad baik. “Dia hanya janji-janji saja. Bahkan nomor (seluler) saya diblokir. Hingga saat ini kasus ini sudah berjalan sekitar 4 tahunan,” ujarnya. Karenanya Siti melaporkan kasus ini ke SPKT Mapolres Probolinggo Kota.

 

Disebut Wanprestasi

Terpisah, Nurul mengelak tudingan Siti. Ia memastikan tak pernah menggelapkan duit seperti dituduhkannya. Menurutnya, ada kesalahan pembacaan kontrak dari pihak Siti. Malah pihak CV Nuklira Jaya Makmur telah wanprestasi.

“Saya tidak pernah teken kontrak, justru dia yang wanprestasi ke saya. Itu salah kontrak ceritanya. Dia tidak sesuai perjanjian dalam kontrak, jadi salah hitungan. Dia bilang trontonya milik dia. Namun, trontonya menyewa. Jadi nanti bisa dibuktikan saja tuduhan itu dengan bukti-bukti,” ujarnya melalui sambungan selulernya.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengaku, belum mengetahui secara detail perkara ini. Karenanya, pihaknya belum bisa memberikan banyak keterangan. “Belum monitor terkait laporan itu,” ujarnya. (rpd/rud)