Polisi Selidiki Ambruknya Gapura Pasuruan Jaman Biyen

PURWOREJO – Penyebab ambruknya gazebo selamat datang dalam kegiatan Pasoeroean Djaman Biyen (PJB) Kota Pasuruan, Jumat (22/3) lalu, kini diselidiki polisi. Penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota kini telah memeriksa saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Slamet Santoso mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab ambruknya gazebo selamat datang itu. Jumat (22/3) malam, sudah melakukan olah TKP.

Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Di antaranya, panitia acara yakni Pemkot Pasuruan serta saksi yang berada di TKP saat peristiwa itu terjadi. Namun, Slamet, enggan menyebut jumlah pasti saksi yang diperiksa. “Yang jelas, saat ini peristiwa ambruknya gazebo di PJB ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Slamet mengaku, masih belum bisa memastikan faktor utama penyebab gazebo itu ambruk. Dugaan sementara, gazebo ini ambruk karena faktor cuaca. Yakni, cuaca panas yang disertai angin kencang.

“Penyebab gazebo ambruk juga masih dalam penyelidikan. Apakah ada unsur lainnya, ini yang masih kami dalami. Sementara memang karena faktor alam,” ujarnya.

Diketahui, pembukan PJB, Kota Pasuruan di GOR Untung Suropati, Jumat (22/3), diwarnai tragedi ambruknya gapura selamat datang. Belasan orang di bawah gapura yang terbuat dari bambu dan jerami itu.

Akibatnya, empat siswa SDIT dan seorang dewasa harus dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Mayoritas korban mengalami luka lecet di kaki, lutut, dan luka bengkak di wajah karena tertimpa bambu. Korban yang lukanya cukup parah adalah M. Fikri Fauzi. Dia mengalami patah kaki kanan. (riz/rud)