Rekayasa Lalin saat Perbaikan Jembatan Nguling

NGULING – Arus lalu lintas di jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo, sempat macet gara-gara kerusakan di jembatan Nguling. Kerusakan itu akhirnya disikapi dengan langkah perbaikan yang dilakukan Minggu (24/3).

Perbaikan itu dilakukan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo. Perbaikannya sendiri berupa penambalan titik-titik berlubang yang membahayakan. Lubang-lubang ini ditutup dengan menggunakan aspal. Tujuannya untuk mencegah potensi kecelakaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Rudi Napitupulu mengungkapkan, perbaikan ini dilakukan karena terdapat lekukan di landasan jembatan. Kondisi ini membuat pengendara kerap berhati-hati saat melintas.

“Makanya, ruas jembatan nasional ini kerap macet. Perbaikan ini supaya lalu lintas menjadi lancar dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan,” jelasnya.

Rudi-sapaan akrabnya menjelaskan pihaknya masih terus melakukan penyisiran lubang di lapangan. Sehingga, pekerja bakal terus berjalan atau mobile setiap hari. Selanjutnya, jika pengerjaan ini selesai, maka BBPJN VIII bakal melakukan expansion join.

Expansion join ini berupa penggantian bahan seperti karet. Fungsinya untuk meredam getaran dan sifatnya sendiri tidak kaku. Saat panas, maka ini akan memuai, namun ketika panas berkurang, maka bahan ini akan menekan dengan sendirinya.

“Saat ini kami masih melakukan rekayasa lalin dahulu dengan menutup lubang-lubang di jembatan. Baru setelah itu melakukan expansion join. Ini masuk anggaran paket pengerjaan Rp 25 m,”ungkap Rudi. (riz/fun)